Oh Ternyata Ini 4 Tahapan Tidur Manusia

Oh Ternyata Ini 4 Tahapan Tidur Manusia 18
Banyak orang merasa belum tidur nyenyak padahal sudah lebih dari 1 jam tidur (Pinterest)

Bosscha.id – Pernahkah Anda penasaran dengan apa yang terjadi pada otak dan tubuh Anda, saat tidur?. Tidur merupakan kegiatan yang sangat penting untuk membantu kita menciptakan dan mengumpulkan memori, memelihara sistem imun tubuh, dan membuat kita berenergi saat terjaga.

Ketika Anda sedang terlelap tidur, organ-organ tubuh turut beristirahat, sementara tubuh melakukan regenerasi. Inilah mengapa Anda harus menerapkan pola tidur sehat dan mengurangi begadang, karena kurang tidur akan membuat tubuh bekerja ekstra keras, sehingga itu akan mengakibatkan Anda kelelahan keesokan harinya.

Bahkan terkadang, Anda akan bermimpi saat tidur. Namun, tahukah Anda, ternyata ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum akhirnya Anda benar-benar terlelap. Setelah memejamkan mata, Anda pasti butuh waktu beberapa menit untuk benar-benar tidur nyenyak. Lalu apa saja tahapan dalam tidur?, kali ini bosscha.id akan berbagi ulasannya.

Tahap 1 (NREM): Tidur Ringan

NREM (Non-Rapid Eye Movement) atau tidur ringan, atau dikenal juga dengan istilah tidur ayam. Tentu istilah ini sudah tidak asing di telinga Anda. Tidur ayam adalah istilah yang menjelaskan kondisi tidur, tetapi pikiran, mental, dan tubuh Anda berada di tengah-tengah antara tidur terlelap dan setengah sadar. Pada fase ini, otak merilis gelombang beta, gelombang cepat dan kecil.

Pada fase 1 NREM, Anda masih bisa dibangunkan atau terbangun dengan mudah meski sudah terlelap. Selain itu, aktivitas otot dan pergerakan mata ketika memasuki tahap tidur ini akan lambat. Ketika kinerja otak mulai melambat, organ penting ini juga merilis gelombang alpha. Ini ditandai dengan munculnya sensasi aneh yang mungkin sering Anda rasakan, seperti nyata tetapi Anda sedang memejamkan mata. Mungkin Anda akan mengalami sensasi seperti terjatuh hingga tersentak kaget, atau merasakan ada seseorang yang memanggil nama Anda. Sensasi ini disebut dengan halusinasi hypnagogic. Sentakan mengejutkan yang Anda rasakan disebut sentakan mioklonik.

Tahap 2 (NREM): Menyambut Tidur Pulas

Pada tahapan ini denyut jantung, dan pernapasan perlahan akan melambat, menjadi semakin teratur, dan suhu tubuh akan menurun secara bertahap. Anda juga akan menjadi semakin kurang sadar akan lingkungan sekitar. Jika ada suara yang terdengar di tahap ini, Anda tidak dapat memahami apa kontennya, artinya anda tidak akan bisa mengetahui suara apa itu,dan apa yang dimaksud oleh suara itu.

Ketika memasuki tahapan tidur ini, gerak mata berhenti dan gelombang otak melambat, dengan kehadiran semburan gelombang cepat sesekali, yang disebut spindle tidur. Selain itu, tahapan tidur NREM ini juga ditandai oleh adanya K-complex, yaitu puncak tegangan tinggi negatif pendek. Kedua kejadian ini bekerja sama melindungi tidur Anda, dan menekan respon terhadap rangsangan luar, dan juga umembantu penggabungan memori berbasis tidur dan pengolahan informasi.

Lalu tubuh kita bersiap-siap untuk tidur nyenyak. Karena Anda bisa mengalami tahapan ini beberapa kali sepanjang tidur malam, tahapan tidur ini merupakan tahapan yang paling banyak menghabiskan waktu daripada tahapan lainnya, dan biasanya mencakup 45-50% dari total waktu tidur orang dewasa.

Tahap 3 (NREM): Tidur Nyenyak

Tahapan tidur selanjutnya tau yang ketiga, dikenal dengan tidur nyenyak. Pada tahap ini, otak melepaskan gelombang delta, yang awalnya diselingi oleh gelombang yang lebih kecil dan cepat, kemudian akan secara eklusif didominasi oleh gelombang delta. Selama tahap ini, Anda menjadi kurang responsif dan suara dan aktivitas di lingkungan.

Tidak ada gerakan mata atau aktivitas otot. Tahapan ini berfungsi sebagai masa transisi antara tidur ringan dan tidur yang sangat dalam. Akan sangat sulit untuk membangunkan seseorang yang sedang nyenyak terlelap. Biasanya, jika terbangun, orang yang mengalami ini tidak bisa sesegera mungkin menyesuaikan diri dengan perubahan situasi, dan orang ini akan merasa grogi, serta kebingungan selama beberapa menit setelah terbangun. Bahkan beberapa anak mengalami ngompol, teror malam, atau sleepwalking selama tahapan tidur nyenyak ini

Selama tahapan tidur ini, tubuh akan memulai perbaikan dan pertumbuhan jaringan kembali, membangun kekuatan tulang dan otot, meningkatkan pasokan darah ke otot, meningkatkan dan memperkuat sistem imun. Energi pun ikut dipulihkan, dan hormon pertumbuhan yang penting untuk tumbuh kembang, termasuk perkembangan otot.

Tahap 4 (REM): Bermimpi

Tahap 4 adalah REM (Rapid Eye Movement), pada tahap ini pernapasan akan menjadi lebih cepat, tidak teratur, dan dangkal, mata bergerak ke segala arah dengan sangat cepat, seperti gelisah, kinerja otak dan detak jantung mulai meningkat, tekanan darah akan naik, dan bagi sebagian pria mereka akan mengalami ereksi. Kebanyakan mimpi akan bermula di tahap ini.

Menurut data dari ‘The American Sleep Foundation’, menyatakan bahwa orang menghabiskan sekitar 20 persen dari total tidur mereka di tahap ini. Tahap ini juga sering disebut sebagai paradoks tidur, karena pada tahap ini secara sementara otak dan sistem tubuh lainnya aktif bekerja, namun otot-otot menjadi lebih rileks. 

Dan mimpi biasanya terjadi akibat peningkatan aktivitas otak, tapi otot mengalami kelumpuhan sementara. Periode tidur REM pertama biasanya terjadi sekitar 70 sampai 90 menit setelah kita tertidur. Setelah sekitar 10 menit dalam tahap tidur REM, karena otak biasanya kembali melalui tahap tidur non-REM. Selama berada dibawah pengaruh tidur tahap REM, Anda akan kehilangan beberapa kemampuan untuk mengatur suhu tubuh, sehingga suhu panas atau dingin yang ekstrim-pun tak akan bisa mengganggu pulasnya tidur Anda.


Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password