Bandung Barat Akan Bangun Klinik Hewan di Perkotaan

Bosscha.id

Bosscha.id– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bakal membangun klinik kesehatan hewan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat pada 2020 mendatang. Pembangunan klinik tersebut untuk melayani pemeriksaan kesehatan hewan, terutama dalam mencegah rabies.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Wiwin Aprianti mengungkapkan, keberadaan klinik tersebut dibutuhkan lantaran banyak warga perkotaan yang memiliki hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

“Klinik akan dibangun di pusat perkotaan, tepatnya di Jalan Cimareme, Kecamatan Ngamprah. Nantinya, hewan peliharaan ini rentan terkena rabies, sehingga keberadaan klinik diharapkan bisa mencegah penyakit tersebut,” ujarnya di Ngamprah, Senin (18/11/2019).

Menurut Wiwan, klinik kesehatan hewan tersebut akan berfungsi layaknya puskesmas untuk manusia. Dengan demikian, para pemilik hewan bisa datang langsung ke klinik tersebut untuk memeriksakan hewan peliharaan mereka.

“Tak hanya rabies, klinik tersebut juga bisa melayani pemeriksaan penyakit-penyakit lainnya yang rentan terjadi pada hewan peliharaan. Kebanyakan biasanya infeksi virus pada hewan, dan itu akan dilayani juga di klinik,” ujarnya.

Wiwin menyebutkan, sejauh ini, Pemkab Bandung Barat memiliki dua klinik kesehatan hewan, yakni di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Gununghalu. Setiap klinik tersebut memiliki spesifikasi pelayanan yang berbeda bergantung pada kondisi daerah setempat.

Dijelaskannya, seperti di Cisarua tipe pelayanan klinik lebih banyak menunggu pasien daripada datang langsung ke tempat pasien setelah mendapatkan laporan (host call). Sementara di Gununghalu, petugas klinik lebih banyak mendatangi langsung ke tempat keberadaan hewan yang akan diperiksa.

Baca Juga:   Tokoh Pemekaran KBB Meninggal, Bupati Aa Umbara Berduka Cita

“Kalau untuk klinik di Cimareme nanti, itu seperti puskesmas. Jadi, pemilik hewan langsung datang ke klinik, dan petugas sudah siap berjaga dan memeriksa di klinik,” ujarnya.

Lebih jauh Wiwin mengungkapkan, pihaknya menargetkan keberadaan 5 puskeswan di Bandung Barat. Dengan demikian, setiap puskeswan bisa melayani kebutuhan di 3-4 kecamatan dari total 16 kecamatan.

Pihaknya juga terus melakukan pencegahan rabies, yakni dengan melakukan kastrasi (pemandulan) pada anjing dan kucing peliharaan. Pelayanan tersebut juga tersedia di klinik kesehatan hewan di Cisarua dan Gununghalu.

“Untuk kastrasi hewan ini, kami bekerja sama dengan tim dari Unpad. Sementara untuk penanganan manusia yang diduga terkena rabies, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password