Sejarah 14 November: Lahirnya Travis Barker, Penggebuk Drumm Paling Energik

Sejarah 14 November: Lahirnya Travis Barker, Penggebuk Drumm Paling Energik 18
Dibelakang drumm Travis menyulap keahliannya menjadi kesuksesan (gstatic.com)

Travis Landon Barker, adalah seorang drummer asal Amerika yang namanya sudah dikenal di berbagai penjuru dunia. Bagi para penikmat musik cadas apalagi yang tumbuh dan besar di penghujung tahun 90-an, tentu tidak asing lagi dengan sosok drummer asik nan energik yang lahir pada 14 November 1975 ini.

Namanya mulai dikenal dan menjadi idola baru banyak orang ketika bergabung dengan band Pop Punk Blink-182. Lewat band ini lah karirnya di dunia musik terus meroket, gaya berpakaian dan permainan drummnya sempat menjadi role model bagi jutaan orang di dunia. Sukses bersama Blink-182, membuat dia mendapat banyak tawaran untuk bergabung dengan beberapa band besar lainnya seperti +44, Box Car Racer, dan The Transplants.

Pertama kali Travis mengenal drumm saat umur 4 tahun, ibunya membelikan drumm untuknya. Dan mulai berlatih drumm hingga usia 12 tahun. Ia belajar drumm kepada Allen Carter, seorang pemain perkusi dan seorang musisi jazz. Maka dari itu, pada awalnya ia lebih condong menyukai musik jazz, di sekolahnya ia sering mengikuti ansambel jazz dan marching band.

Berawal dari sana ia mulai mendapatkan banyak pengalaman tampil di beberapa kompetisi musik. Lalu, ia mengikuti tryout drumm corps untuk tur dengan sebuah band rock. Dari sana ia memperoleh banyak pengalaman bermain dengan beberapa band rock.

Setelah lulus dari Fontana High School, Travis bekerja sebagai tukang sampah di Laguna Beach dan bermain dengan band punk rock,Feeble. Di sana dia bertemu dengan Chad Larson. Melalui Larson kemudian, Travis dipertemukan dengan grup band ska punk The Aquabats pada tahun 1994.

Setelah selesai merekam demo, band ini kemudian merekrut Travis melalui koneksi Larson. Setelah Travis bergabung, band ini kemudian pergi ke studio untuk merekam materi album mereka. Lalu terciptalah album The Fury of The Aquabats, yang diproduseri oleh Jim Goodwin.

Pada tahun 1997 The Aquabats melakukan tour untuk promosi albumnya. Tour ini dilakukan bersama Blink-182, yang juga sedang melakukan promo album keduanya Dude Ranch. Dari sanalah awal pertemuan Travis dan Blink 182.

Baca Juga:   Sejarah 9 Desember: Terjadinya Tragedi Pembantaian Rawagede

Drummer Blink-182 kala itu, Scott Raynor, mengumumkan bahwa ia akan pergi setelah Tur SnoCore. Pada Februari 1998. Kemudian Tom dan Mark meminta Travis untuk menggantikan Raynor. Travis, yang tidak punya waktu untuk mempersiapkan atau berlatih dengan Blink-182, hanya mempelajari trik drum untuk setlist 20-lagu hanya dalam 45 menit sebelum pertunjukan pertama, dan Ia melakukannya dengan sempurna.

Scott Raynor kemudian kembali lagi 3 bulan berikutnya, namun sayang kembalinya Raynor malah menimbulkan pertengkaran antar personel Blink-182. Akhirnya Tom dan Mark memecat Scott Raynor, dan kembali merekrut Travis untuk menjadi personil tetap.

Album pertama Travis bersama Blink-182 adalah Enema Of The State yang dirilis pada bulan Juni 1999, yang membuat ketiganya meroket menjadi bintang baru dan menjadi band pop punk terbesar pada saat itu. Tiga single dirilis dari album ini diantaranya “What’s My Age Again?”, “All the Small Things”, dan “Adam’s Song” – yang masuk ke dalam format radio Top 40 dan mengalami kesuksesan komersial besar. All the Small Things menjadi hit nomor satu di chart Modern Rock Tracks, dan juga menjadi hit crossover dan memuncak di nomor 6 di chart Billboard Hot 100.

Meroketnya Blink-182, secara otomatis melambungkan nama Travis Barker sendiri. Sukses sebagai musisi, Ia kemudian melebarkan sayapnya ke dunia bisnis. Travis Barker Memulai bisnis pakaiannya Famous Stars & Straps pada tahun 1999. Mereknya ini menjadi incaran para Komunitas Skateboard Punk.

Kesuksesan Blink-182 benar-benar merubah hidupnya, bahkan dalam sebuah wawancara kala itu Travis sempat berucap “Empat tahun lalu, bahkan saya tidak mampu makan sendiri” , “Tapi sekarang aku bisa membeli semuanya, bahkan hidup dengan nyaman dan sanggup membeli anjing dan memberinya makan”.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password