Sejarah 5 November: Diperingatinya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Sejarah 5 November: Diperingatinya Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 18
Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati dan termasuk dalam 17 negara Megabiodiversity. (Bosscha.id)

Bosscha.id – Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) adalah sebuah peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan kepedulian dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita.

HCPSN rutin diperingati pada tanggal 5 November tiap tahunnya hingga saat ini, dan dimulai pertama kali pada tahun 1993. Keputusan tersebut dilandasi oleh Keputusan Persiden (Keppres) Nomor 4 tahun 1993 dan ditandatangani langsung oleh Presiden RI kedua, Soeharto. Melalui keppres ini Soeharto mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melestarikan serta menjaga lingkungan hidup.

Oleh karena negeri kita kaya akan keanekaragaman hayati, maka beragam spesies satwa serta tumbuhan yang ada di Indonesia ini wajib dijaga oleh kita sebagai warga negara. Hal itu juga menjadi modal penting bagi keseimbangan ekosistem. Apalagi, Indonesia menjadi salah satu negara Megabiodiversity di dunia.

Megabiodiversity sendiri adalah sebutan bagi negara-negara yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Hanya ada beberapa negara saja yang mampu menampung sebagian besar keanekaragaman di dunia ini.

Sebutan tersebut digagas oleh World Conservation Monitoring Centre yang merupakan Pusat Pengawasan Konservasi Dunia, dan United Nations Environment Progamme, sebuah badan dalam Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Setidaknya ada 17 Negara yang disebut Megabiodiversity, yang kebanyakan berlokasi di kawasan tropis, yaitu: Australia, Brazil, Kolombia, Tiongkok, Kongo, Ekuador, India, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru, Filipina, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Venezuela.

Baca Juga:   Sejarah 11 November: Lahirnya Pangeran Diponegoro

Sebagai orang yang tinggal di negara yang memiliki banyak satwa dan puspa tentu kita harus bangga dengan Tanah Air. Namun, tidak cukup hanya bangga, kita juga harus bersedia menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai ada kabar lagi, kejadian perburuan dan jual beli satwa langka yang ada di Indonesia.

Terlebih di beberapa wilayah yang masih banyak hutannya. Salah satu kasus ialah perburuan Harimau Sumatera yang diburu untuk diperjual belikan, karena tercatat pada tahun 2018 lalu ada 613 kasus perburuan Harimau Sumatera.

Angka tersebut turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 729 kasus. Tentu dengan masih adanya kasus seperti ini, Pemerintah setempat ataupun lembaga harus lebih giat lagi memberi sosialisasi kepada masyarakat, dan kita sebagai warga negara juga harus saling mengingatkan satu sama lain untuk saling menjaga kelestarian Puspa dan Satwa yang ada di negeri ini.

Meski maraknya kasus-kasus seperti yang disebut di atas, tapi Indonesia pun pernah berhasil menangkarkan Rafflesia patma dan memiliki berbagai spesies endemik kakatua yang terancam punah, semoga dengan diperingatinya HCPSN ini, setiap tahunnya bisa menjadi reminder. Bahwa melestarikan itu menjadi tugas kita bersama, agar peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) bukan sekedar acara seremonial belaka.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password