Sejarah 29 Oktober: Muhamad Ali Memenangkan Pertandingan Profesional Pertamanya

Muhammad Ali memukul KO penantangnya Sonny Liston. (AP Photo/John Rooney)

Bosscha.id– Muhamad Ali, lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. Lahir di Louisville, Kentucky Amerika Serikat pada 17 Januari 1942 dan meninggal 3 Juni 2016, adalah mantan petinju profesional yang dikenal secara luas sebagai salah satu tokoh olahraga yang dikenal sebagai sosok inspiratif, kontroversial dan berpengaruh baik di dalam maupun di luar ring.

Ali mulai berlatih tinju pada usia 12 tahun, di sasana milik polisi yang juga merupakan atlet tinju yakni Opsir Joe Martin. Setelah enam tahun lamanya berlatih, Ali akhirnya turun ke kejuaraan amatir yakni Olimpiade musim panas yang diselenggarakan di Roma pada tahun 1960.

Saat itu petinju yang mendapat julukan The Greatest tersebut, berhasil mempersembahkan medali emas bagi negaranya, Amerika Serikat. Setelah sukses di Olimpiade dan memiliki rekor 100 kemenangan dari 105 pertandingan di level amatir, Ali akhirnya memutuskan untuk terjun di dunia tinju profesional pada 29 Oktober 1960.

Bertempat di Freedom Hall State Fairground, Louisville, Kentucky, Ali menghadapi Tunney Hunsaker. Dari segi usia dan pengalaman keduanya terpaut jauh. Hunsaker telah berusia 30 tahun saat itu dan memiliki rekor 25 pertandingan di level profesional.

Namun, usia dan pengalaman yang terpaut jauh itu tak bisa menjadi jaminan pada hasil akhir pertandingan. Sebab, Ali berhasil menjatuhkan Hunsaker pada ronde keenam atau ronde terakhir pada pertandingan profesional pertamanya tersebut. Berkat kemenangan itu, Ali menerima hadiah uang sebsar USD 2.000. Oleh karena itu pula Ali menjadi juara dunia kelas berat termuda dengan usia 22 tahun.

Setelah pertandingan tersebut, dalam kurun waktu tiga tahun, Ali bertanding di 19 pertandingan dan semua berhasil dimenangkannya. Pada tahun 1964, Ali bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas berat melawan Sony Liston.

Baca Juga:   Mampukah Petani KBB Ambil Peluang Bisnis di Era Pandemi Covid-19?

Dan lagi-lagi Ali pun berhasil mengalahkan Liston lewat kemenangan TKO karena sang lawan tak bisa melanjutkan pertandingan. Tak lama setelag itu Ia akhirnya memutuskan masuk islam dan berganti nama dari Cassius Marcellus Clay menjadi Muhammad Ali hingga akhir hayatnya.

Pada tahun 1966, dua tahun setelah memenangkan gelar kelas berat, Ali menolak ikut wajib militer untuk Pasukan Militer Amerika Serikat, serta menentang keterlibatan Amerika dalam perang Vietnam. Oleh karena statement-nya tersebut, Ali akhirnya ditahan dan harus membayar denda sebesar US$10 ribu. Tak hanya itu, Pemerintah AS juga mencabut gelar juara milik Ali, dan melarangnya bertanding tinju sejak tahun 1967 hingga tahun 1970.

Selama tidak aktif bertinju, Ali memperoleh dukungan seiring tumbuhnya berbagai penolakan terhadap invasi AS ke Vietnam. Ali kemudian sering diundang menjadi pembicara di berbagai wilayah AS untuk mengkritik invasi tersebut. Tak hanya itu, Ali juga aktif melakukan advokasi untuk kesetaraan hak orang kulit hitam di AS demi keadilan ras.

Lalu matahari kembali bersinar untuk karir tinju Ali. Pada 12 Agustus 1970, meski kasusnya masih dalam status banding, Ali memperoleh izin untuk bertanding oleh Komisi Atletik Kota Atlanta atas bantuan Senator Leroy R. Johnson. Pertarungan perdananya pasca hukuman tersebut terjadi pada 26 Oktober 1970. Dalam pertarungan tersebut, ia melawan Jerry Quarry, yang berakhir dengan kemenangan Ali usai pertandingan dihentikan setelah tiga putaran.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password