Stadion Kelas Dunia Akan Dibangun di Walini Raya Bandung Barat

Bosscha.id– Stadion bertaraf internasional rencananya akan dibangun di kawasan “Walini Raya’ di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Hal itu setelah Pemkab Bandung Barat mendapatkan konpensasi dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB, Anugrah mengatakan, stadion tersebut akan dibangun dengan kapasitas 40 ribu penonton. Menurutnya, saat ini Pemkab Bandung Barat tengah tengah menyiapkan draf perjanjian kerja sama (PKS) dengan tiga BUMN yakni PTPN VIII, PT Wijaya Karya/Wika (Persero) Tbk dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai tindaklanjut dari memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman yang sebelumnya sudah disepakati untuk percepatan pembangunan ‘Kawasan Walini Raya’.

“Bukan hanya stadioan saja, mulai dari pembangunan pondok pesantren, masjid hingga pelebaran jalan, ada dalam draf PKS. Sesuai arahan pak bupati agar penyusunan draf PKS ini dipercepat, bahkan bulan ini harus sudah selesai. Sekarang kami tinggal menunggu pihak BUMN, karena mereka harus melapor dulu ke pimpinan (pemilik saham),” kata Anugrah di Ngamprah, pekan lalu.

Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat berencana akan membangun pusat Pariwisata dan Sport Center di Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Namun rencana dibangunnya stadion megah untuk masyarakat Bandung Barat ini, kini akan dialihkan ke kawasan Walini Raya di Kecamatan Cipendeuy.

Adapun, upaya percepatan pembangunan ‘Kawasan Walini Raya’ di Kecamatan Cikalongwetan, sudah dilakukan dengan penandatanganan MoU oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Dirut PTPN VIII Wahyu, Dirut PT Wika (Persero) Tbk Tumiyana, dan Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra di ruang kerja Bupati Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Rabu (16/10/2019).

Baca Juga:   Paket Bansos Beras Tahap 2 di KBB Mulai Disalurkan Hari Ini

Melalui kesepakatan MoU tersebut, kurang lebih 44 kilometer jalan di KBB akan mulus. Infrastruktur jalan itu ada di tiga ruas, yaitu Jalan SPN Cisarua-Tugu Nanas sepanjang lebih kurang 21.900 meter, Jalan Cipada (Loseng)-Wadon sepanjang 10.700 meter, ruas Jalan Nanggeleng-Sirnaraja-Mandalamukti sepanjang 13.200 meter.

“Semua jalan eksisting itu akan diperlebar dari 3-5 meter menjadi 10 meter,” kata Anugrah.

Tak hanya insfrastruktur jalan, lanjut Anugrah, ketiga BUMN juga sepakat membangun dan menyediakan lahan seluas lebih kurang 30 hektare dan membangun sarana olah raga berikut penunjang lainnya diatasnya. Serta menyediakan lahan seluas 5 hektare digunakan untuk pembangunan masjid besar kecamatan beserta pondok pesantren di Kecamatan Cikalongwetan. 

Anugrah menyebutkan, kompensasi dari proyek Kereta Cepat kepada Pemkab Bandung Barat bisa mencapai kurang lebih Rp 1 triliun. Namun dia menegaskan, Pemkab hanya menerima hasil pembangunan bukan dengan nilai uang.

“Mulai dari pembangunan dan lahan semua ditanggung oleh mereka. Kami hanya penerima manfaat saja, dan kami pastikan semua bangunan infrastruktur itu untuk masyarakat,” ujarnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password