Sejarah 23 Oktober: Wafatnya John Boyd Dunlop, Sang Penemu Ban Angin

Merk ban Dunlop diambil dari John Boyd Dunlop penemu ban pertama kali.(Bosscha.id)

Bosscha.id – Ban adalah salah satu elemen penting dalam sebuah kendaraan, tanpanya sudah pasti kendaraan tersebut tak akan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Ban itu sendiri berguna untuk mengurangi getaran yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak teratur, kasar atau bergelombang.

Ban juga melindungi roda dari aus dan kerusakan, selain itu ban juga dapat memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah, supaya bisa meningkatkan kecepatan dan mempermudah gerakan pada sebuah kendaraan.

Tapi tahukah Anda, kapan dan oleh siapakah ban pertama kali ditemukan?. John Boyd Dunlop, adalah penemunya, pria yang lahir pada tanggal 5 Februari 1840 di Dreghom, North Ayrshire Skotlandia, ini adalah anak yang lahir dari keluarga petani.

Masa kecilnya ia habiskan di kota kelahirannya. Dunlop muda pun menamatkan studinya dan berhasil mendapatkan gelar dokter hewan di Dick Vet, University of Edinburgh Skotlandia. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Dunlop berpraktik sebagai dokter bedah hewan pertama di Edinburgh, Skotlandia, dan kemudian di Belfast, Irlandia.

Pada masa mudanya, Dunlop dikenal sebagai pekerja keras. Bahkan pada usia 19 tahun ia sudah bekerja untuk membantu perekonomian orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. Kemudian pada tahun 1871, Ia menikah dengan Margaret Stevenson dan memiliki tiga orang putra.

Asal mula terciptanya ban bertekanan angin (pneumatic), ini didorong ketika Dunlop pertama kali mendesain roda untuk sepeda putranya yang sengaja dirancang untuk mengurangi guncangan ketika mengendarai sepeda di jalan yang kasar yang menyebabkan sakit kepala.

Dunlop berusaha dengan keras menjawab keluhan anaknya yang merasa kurang nyaman ketika sedang mengendarai sepeda roda tiganya. Lalu pada tahun 1887, John Boyd Dunlop berhasil mendesain dan mengembangkan ban yang berisi angin pertama untuk sepeda roda tiga milik putranya.

Sebagian besar literatur menyebutkan, bahwa ban karet bertekanan angin pertama buatan John Boyd Dunlop ini dirancang dengan mengisi ban karet dengan udara seperti umum digunakan oleh kendaran bermotor saat ini.

Modifikasi ban dalam dijahit di dalam ban luar dan terpaku pada pinggirnya. Dunlop juga melakukan perbaikan ban sepeda roda tiga yang padat karet dan membungkus tabung dengan dipompa agar terisi angin/udara. Ban tersebut kemudian dipasang di roda belakang sepeda dengan dipasang linen untuk memberikan tapak ban.

Lalu seorang industrialis asal Irlandia yang bernama William Harvey du Cros tertarik atas penemuan ban John Dunlop ini. Harvey tertarik setelah melihat seorang pengendara sepeda memenangkan perlombaan di Belfast dengan sepeda beroda pneumatic buatan John Dunlop ini .

Harvey kemudian memberikan modal kepada Dunlop untuk memasarkan temuannya tersebut. Dan kelak John Dunlopbersama William Harvey membangun Dunlop Rubber Company, perusahaan ban yang berhasil mencuri perhatian dunia.

Baca Juga:   Sejarah 17 September: Utuy Tatang Sontani, Sastrawan yang Dilupakan Indonesia

Hasil temuan John Dunlop ini dianggap sebagai terobosan baru dalam pengembangan ban karet pada abad 18. John Dunlop baru mematenkan penemuannya pada 7 Desember 1888 di Britania Raya Inggris. Meski telah mematenkan temuannya ini, ternyata John Dunlop dianggap tidak valid, karena setelah diketahui bahwa rancangan ban pertama kali diciptakan oleh Robert William Thomson. R.W. Thomson menemukan dan mematenkan ban berisi angin tahun 1845. Tapi meski begitu, dalam hal penemuan ban modern, John Dunlop lebih diakui publik, daripada temuan R.W. Thomson.

Setelah dipatenkan pada pada 1888, ban pneumatik Dunlop menjadi perlengkapan standar untuk sepeda karena sangat baik untuk digunakan di jalan yang kasar. Pada tahun yang sama, ban Dunlop untuk pertama kali digunakan pada mobil yang diproduksi oleh Karl Benz.

Ban Dunlop pertama kali mengiklankan desain produknya pada tahun 1889 di The Irish Cyclist. Dua tahun kemudian, John Boyd Dunlop mendirikan pabrik pertamanya yang bernama Dunlop Tyres di Dublin, Irlandia.

Satu tahun kemudian John Dunlop pun memproduksi ban secara massal di Belfast. Maka pada tahun 1891, dibangunlah perusahaan Fort Dunlop Factory di Birmingham, Inggris yang kini menjadi kantor pusat Dunlop. Pertumbuhan Dunlop menjadi korporasi multinasional pun bergerak dengan cepat.

Pada tanggal 23 Oktober 1921, John Boyd Dunlop meninggal di rumahnya di Dublin’s Ballsbridge dan dimakamkan di Pemakaman Grange Deans. Meskipun Dunlop Pneumatic Tire Company tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan, namun nama Dunlop tetap hidup dalam sejumlah produk bermerek Dunlop lainnya, termasuk produk otomotif, aerospatial, industri, dan olahraga di seluruh dunia. 

Dan dalam dunia otomotif terutama ban, sampai saat ini Dunlop masih menjadi merek ban terkemuka dunia dengan beragam produk yang telah menggoreskan jutaan telapaknya di berbagai jalan, hampir di seluruh penjuru dunia. Pada dekade 1980-an, Dunlop berhasil menguasai pasar di Jerman, Inggris, Prancis, dan AS.

Dan itulah awal pesatnya perkembangan Dunlop, khususnya dalam bidang pengembangan teknologi, kapasitas produksi, dan pemasaran dengan jaringan global di seluruh dunia. Dunlop pun tak berhenti berinovasi untuk menciptakan ban terbaik. Kurang lebih selama 130 tahun Dunlop telah mengembangkan ban menjadi semakin baik, seperti pembuatan alur telapak ban pertama di dunia dan produksi massal ban radial balap. 

Dalam dunia balap mobil , Dunlop telah berpartisipasi sejak tahun 1923 dalam ajang adu ketahanan 24 jam di Le Mans, Prancis, yang diakui sebagai ajang balap paling berat di dunia. dan sejak itu, hingga tahun 2009, Dunlop mencatat rekor kemenangan terbanyak yaitu 34 kali. Bahkan di dunia balap motor GP 250cc, Dunlop mencatat prestasi monumental dengan catatan kemenangan 200 kali balapan secara terus-menerus.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password