Gunung Tangkuban Parahu Dibuka Kembali, Turis Lokal Asing Mulai Berdatangan

Pasca eruppi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat kembali dibuka, Selasa (22/10/2019).

Bosscha.id– Kondisi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kini mulai berangsur normal. Pihak pengelola memastikan objek wisata tersebut bisa dikunjungi oleh wisawatan.

Dirut Graha Rani Putra Persada (GRPP) Putra Kaban selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, mengatakan, pada hari pertama dibuka pengunjung yang datang kurang lebih 400-500 orang dan hari kedua sekitar 100 orang lebih.

“Yang datang kebanyakan rombongan. Tentunya kami berharap bisa kembali ramai dikunjungi. Ibarat seorang pedagang kan berharap banyak yang beli, begitu juga objek wisata,” ungkap Putra saat ditemui di TWA Gunung Tangkuban Parahu, Selasa (22/10/2019).

Dibukanya kembali objek wisata Gunung Tangkuban Parahu ini, menyusul diturunkannya status gunung dari level II (waspada) menjadi level 1 (normal). Kondisi tersebut yang memutuskan pihak pengelola kembali membuka kunjungan wisatawan.

Sebelumnya, TWA Tangkuban Parahu ditutup selama kurang lebih tiga bulan pascaerupsi yang terjadi pada 26 Juli lalu. Erupsi terus menerus (microtremor) kerap terjadi, sehingga PVMBG merekomendasikan agar tak ada aktivitas sejauh 1,5 kilometer dari pusat kawah.

“Ada 5000 manusia yang hidupnya di Tangkuban Parahu, sesuai nawacita presiden soal pariwisata dan ekonomi masyarakat harus tumbuh, tiga bulan ini merupakan masa yang luar biasa,” ujarnya.

Dengan demkikian Putra mengatakan, pihaknya pun telah mengevaluasi dan menambah rambu keselamatan di TWA Tangkuban Parahu. Termasuk melakukan pembenahan fasilitas.

“Kepada pengunjung silakan datang, di atas aman dan bersih. Ini berkat doa kita semua,” katanya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah wisatawan lokal terlihat asyik menikmati udara alam di TWA Gunung Tangkuban Parahu sambil berfoto-foto. Sejumlah pedagang pun sudah mulai ada yang berjualan kembali, meski belum seluruhnya.

Baca Juga:   Bupati Aa Umbara: Budaya dan Kearifan Lokal Perlu Dilestarikan

Seorang pedagang stroberry, Dadang (37) mengaku bersyukur objek wisata tersebut kembali di buka. Meski belum begitu ramai, ia yakin pada akhir pekan ini pengunjung akan mulai berdatangan kembali.

“Selama ditutup saya pindah jualan ke tempat wisata lain di daera bawah. Memang berbeda, kalau di sini (Tangkuban Parahu) berjualan itu sehari bisa habis sampai 100 bungkus. Kalau beberapa waktu lalu di tempat yang lain paling sehari habis 50 bungkus,” ungkap Dadang.

Sementara itu, Kepala PVMBG Badan Geologi Bandung, Kasbani memastikan, kini status Gunung Tangkuban Parahu telah menurun dari level II menjadi level I. Status diturunkan terhitung sejak, Senin (21/10/2019) pukul 09.00 WIB.

“Dari sisi visual maupun instrumen itu turun secara stabil pada beberapa hari ini, maka statusnya mulai jam 09.00 WIB kemarin turun, dari status level II waspada menjadi level I normal,” kata Kasbani dalam rilis yang diterima wartawan.

Kasbani mengatakan, dengan perubahan status itu, sehingga masyarakat dapat menikmati kembali Gunung Tangkuban Parahu, tetapi tidak diperkenankan untuk mendekati bibir kawah apalagi masuk ke dalam kawah aktif.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password