Gunung Bohong Dibom untuk Proyek KCIC, Warga: Itu Membahayakan Keselamatan Kami

Warga meminta pelaksana proyek melakukan kajian analisis dampak lingkungan terkait dengan pengeboman Gunung Bohong. Foto: Istimewa

Bosscha.id-Warga RW 13 Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang meminta aktivitas pengeboman Gunung Bohong untuk pembuatan terowongan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dihentikan karena membahayakan warga sekitar. Selain itu, warga meminta pelaksana proyek melakukan kajian analisis dampak lingkungan terkait dengan pengeboman Gunung Bohong..

“Semua perwakilan yang datang dari proyek tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia, jadi kami cukup sulit juga berkomunikasi dengan mereka. Namun intinya, kami minta mereka melakukan kajian dan menunjukkan amdal,” ujar Ketua RW 13 Desa Laksanamerkar Ahmad M Sutisna, seusai melakukan pertemuan denganperwakilan dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina , Senin (21/10/2019).

Ahmad mengatakan, kajian amdal diperlukan untuk mengetahui dampak dari aktivitas pembuatan terowongan dengan cara pengeboman gunung yang lokasinya mendekati perumahan warga. Apalagi, kabarnya aktivitas tersebut akan berlangsung selama tiga tahun dan terus mendekati permukiman warga.

“Kami khawatir jika aktivitas ini semakin dekat dengan rumah warga, itu membahayakan keselamatan kami. Sekarang saja yang baru tahap awal, dampaknya sudah dirasakan, yaitu banyak rumah warga yang retak-retak,” ujarnya.

Warga minta pengeboman Gunung Bohong dihentikan/Bosscha.id

Menurut Ahmad, sebelumnya pertemuan serupa sebenarnya sudah digelar dua kali. Meski demikian, pertanyaan warga juga masih sama, yaitu terkait dengan kajian amdal untuk proyek pembuatan terowongan di Gunung Bohong.

“Namun, setelah tiga kali pertemuan, mereka tetap tidak bisa menunjukkan amdal. Kami tidak minta macam-macam, tidak minta ganti rugi atau apa. Yang kami minta, mereka melakukan kajian dan itu mereka tunjukkan pada kami,” katanya.

Baca Juga:   Observatorium Bosscha Gelar Pengamatan Hilal

Lebih lanjut Ahmad menambahkan, meski terkendala komunikasi, pertemuan warga dengan perwakilan dari perusahaan yang terkait dengan aktivitas proyek kereta tersebut menemui kesepakatan. Yaitu, mereka menyetujui untuk menghentikan sementara aktivitas peledakan hingga kajian amdal selesai.

“Kalau pada faktanya, aktivitas pengeboman masih terjadi, berarti mereka berbohong. Itu nanti akan kami pertanyakan lagi dan kami harap nanti perwakilan dari KCIC juga hadir menemui warga,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejumlah rumah warga Kampung Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat retak-retak, diduga akibat pengeboman di Gunung Bohong untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Masyarakat setempat resah dengan aktivitas pengeboman tersebut karena mengancam keselamatan mereka.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password