Sejarah 21 Oktober: Lahirnya Alfred Nobel, Seorang Ilmuwan dan Penggagas Nobel Prize

Dalam wasiatnya, Nobel ingin memberikan penghargaan tanpa harus melihat kewarganegaraan (Bosscha.id)

Bosscha.id-Alfred Bernhard Nobel atau akrab disapa Alfred Nobel adalah seorang ilmuwan kimia, penemu, serta pengusaha yang asal Swedia. Dialah orangnya yang menemukan dinamit dan bahan peledak lainnya. Namun, tak banyak yang mengenali sosoknya. Namanya kemudian lebih dikenal setelah Ia menggagas Nobel Prize atau Penghargaan Nobel.

Pria yang lahir di Stockholm, Swedia pada tanggal 21 Oktober 1833 ini, memegang sekitar 355 hak paten. Selain dinamit, Nobel juga memegang paten persenjataan seperti meriam. Nobel lahir dari keluraga ilmuwan, ayahnya, Immanuel Nobel adalah seorang ilmuwan dan penemu dari mesin bubut putar yang digunakan pada kayu lapis modern. Selain menemukan mesin bubut, Immanuel juga sering melakukan eksperimen cara meledakkan batu. Dan dari ayahnya lah, Alferd banyak belajar tentang bahan peledak. Hingga Ia berhasil menemukan Dinamit.

Meskipun berasal dari keluarga ilmuwan, tidak berarti keluarga Nobel hidup dengan gelimang harta. Pada tahun 1837, perusahaan ayahnya di Stockholm bangkrut dan membuat keluarga Nobel harus pindah ke Saint Petersburg, Rusia dan memulai usaha baru di bidang industri bahan peledak.

Usaha mesin dan bahan peledak sang ayah sukses besar dan membuat Alferd bisa merasakan pendidikan. Namun bukan di bangku sekolah melainkan guru-guru privat yang dikirim ke rumah. Dari guru privat inilah Alferd belajar fisika, kimia, hingga sastra. Pada usia 16 tahun, Alferd Nobel berhasil jadi ahli kimia dan menguasai bahasa Inggris, Rusia, Swedia, Perancis, dan Jerman.

Pada usia 18 tahun, Nobel pergi ke Amerika Serikat (AS) untuk menempuh pendidikan dan tinggal di sana selama setahun. Nobel memutuskan untuk mempelajari tentang peledak, terutama penggunaan nitrogliserin yang efisien dan aman.

Kemudian Pada tahun 1863, dia menemukan detonator dan mengembangkannya dua tahun kemudian. Setahun kemudian petaka menimpa Nobel. Saat itu, gudang untuk mempersiapkan nitrogliserin meledak di Heleneborg, dan menewaskan lima orang, termasuk adik laki-lakinya, Emil.

Akhirnya, Nobel memutuskan mendirikan pabrik lain dengan fokus meningkatkan dan menstabilkan peledak yang dikembangkannya. Berbagai penemuannya membuat Nobel diangkat sebagai anggota Akademi Ilmuwan Kerajaan Swedia pada tahun 1884, hingga kemudian meraih predikat Doktor Kehormatan Universitas Uppsala pada 1893.

Kemudian setelah karya-karyanya mulai digunakan secara massal dan meluas, Nobel pun dilanda kekhawatiran. Pikiran tentang bagaimana ia akan dikenang setelah meninggal dunia pun sering muncul. Lalu Ia pun semakin mantap dan yakin untuk mendonasikan sebagian kekayaannya untuk Penghargaan Nobel.

Awalnya, Nobel menuliskan lima penghargaan dalam wasiatnya. Tiga penghargaan untuk penemuan atau penemuan terbesar di bidang fisika, kimia dan kedokteran. Sementara, yang keempat dikhususkan untuk penulis sastra. Penghargaan kelima untuk orang yang telah melakukan pekerjaan terbaik untuk persaudaraan antar bangsa dan perdamaian perang. Sementara, penghargaan keenam yaitu bidang ekonomi ditambahkan pada tahun 1968. Di tahun 1969, bank sentral Swedia, Sveriges Riksbank, mendirikan Nobel Ekonomi sebagai penghormatan bagi Alfred Nobel.

Dalam wasiat itu, Nobel menuliskan kurang dari 1.000 kata yang berisi uraian rencana anugerah yang didanai dari sebagian besar kekayaannya senilai 265 juta dollar AS. Pada 27 November 1895, Nobel menandatangani keinginan terakhirnya untuk memberi penghargaan atau hadiah tahunan tanpa memandang kewarganegaraan pemenang. Nobel mendonasikan 94 persen dari total aset, yang setelah dipotong pajak berjumlah 31.225 krona (di 2012 setara 472 juta dollar AS).

Pada 10 Desember 1896, Alfred Nobel meninggal akibat menderita stroke dalam usia 63 tahun. Dia dimakamkan di Norra Begravningsplatsen (Pemakaman Utara) Stockholm. Dalam wasiatnya, Nobel tidak menunjuk siapa pun sebagai penerima wasiat dan tak berkonsultasi dengan berbagai lembaga yang telah ditugaskan untuk memberikan penghargaan itu.

Dan tiga tahun setelahnya, kemudian terbentuk lah Yayasan Nobel untuk merealisasikan keinginan terbesar dari Alfred Nobel.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password