Armada Minim, Perusahaan di Bandung Barat Antre Minta Pelayanan Sampah

Walhi: Puluhan Industri di KBB Cemari Lingkungan
Masifnya dominasi industri berdampak pada kerusakan lingkungan.Foto: (Isitimewa).

Bosscha.id– Sejumlah perusahaan di Kabupaten Bandung Barat hingga kini masih banyak yang belum terlayani oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan dan Persampahan setempat untuk pengangkutan sampah. Dari ratusan perusahaan yang beroperasi, UPT Kebersihan kini hanya sanggup melayani 20 perusahaan.

Menurut Kepala UPT Kebersihan dan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup KBB Rudi Kuntadi, masih minimnya sarana dan prasarana sehingga permintaan pelayanan pengangkutan sampah terpaksa harus di pending.

“Dokumen permintaan perusahaan dan permukiman yang minta dilayani sudah menumpuk.Tapi kami belum bisa acc, karena mempertimbangkan sarana dan prasarana yang masih belum memungkinkan,” ungkap Rudi, Kamis (17/10/2019.

Perusahaan di Bandung Barat antre meminta pelayanan sampah/Bosscha.id

Meski demikian menurut Rudi, pihak UPT Kebresihan tetap mengusahakan agar perusahaan-perusahaan tersebut bisa terlayani. Apalagi kata dia, pada tahun ini akan ada penambahan armada untuk pengangkut sampah.

“Total saat ini kita memiliki 38 aramda truk sampah. Pada tahun ini ada tambahan 1 unit arm rol dan 1 motor sampah. Kemudian, pada 2020 nanti, untuk arm rol ada penambahan lagi sebanyak 4 unit. Termasuk penambahan 1 dump truk, 1 unit armada pengangkut sampah liar (APSL), dan 2 unit kaisar. Mudah-mudahan saja, setelah ada penambahan bisa merealisasikan pelayanan sampah,” ungkapnya.

Selama ini sumber Pendapatan asli daerah (PAD), diambil dari retribusi sampah berbagai sektor. Rudi menyebutkan, retribusi tersebut mulai dari sektor industri, perkantoran, restoran, objek wisata, rumah sakit hingga permukiman warga.

Adapun menurutnya, target PAD dari retribusi sampah di Kabupaten Bandung Barat pada 2019 yang mencapai Rp 4,2 miliar hingga kini sudah mencapai 75 persen.

“Kami sangat optimis realisasi target pada akhir tahun bisa tercapai,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password