Sejarah 12 Oktober: Terjadinya Tragedi Bom Bali

Sejarah 12 Oktober: Terjadinya Tragedi Bom Bali 19
Dampak ledakan bom Bali 1, menewaskan 202 orang. Foto: (Netz.doc)

Bosscha.id-17 tahun yang lalu tepatnya 12 Oktober 2002, aksi teror terjadi di Indonesia tepatnya di pulau Dewata Bali. Tiga ledakan bom terjadi di pulau yang menjadi tujuan wisata itu, dua bom pertama meledak di Paddy’s Pub dan Sari Club di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan selanjutnya terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, Jalan Hayam Wuruk 188, Denpasar.

Peristiwa ini kemudian dikenang dengan nama Bom Bali 1, karena setelah tragedi memilukan ini di Bali juga kembali terjadi peristiwa pengeboman pada tahun 2005, namun dengan skala yang lebih kecil, peristiwa itu kemudian dikenang dengan nama Bom Bali 2. Dan Peristiwa Bom Bali 1 ini dianggap sebagai aksi terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.

Karena korban tewas dalam peristiwa Bom Bali 1 ini mencapai 202 orang. Sebanyak 164 orang di antaranya adalah warga negara asing dari 24 negara, dan 38 orang lainnya warga Indonesia. Selain korban tewas, tragedi ini juga mengakibatkan 209 orang mengalami luka-luka. Dan dampak kerusakannya hingga radius satu kilometer dari pusat ledakan.

Kejadian bermula pada pukul 20.45 Wita. Salah satu pelaku pengeboman, yaitu Ali Imron menyiapkan satu bom kotak dengan berat sekitar 6 kilogram yang telah dipasang sistem remote ponsel, di rumah kontrakan. Artinya bom itu diledakkan dari jarak jauh menggunakan ponsel.

Bom tersebut dibawa Ali Imron menggunakan sepeda motor, dan diletakkan di trotoar sebelah kanan kantor Konsulat Amerika Serikat. Selanjutnya, dia pergi menuju Sari Club dan Paddy’s Pub untuk memantau situasi serta lalu lintas di sekitar. Ali selanjutnya kembali ke rumah kontrakan.

Sekitar pukul 22.30 Wita, Ali Imron bersama dua pelaku bom bunuh diri, yakni Jimi dan Iqbal pergi menuju Legian dengan menggunakan mobil. Idris, pelaku lain, mengikuti mereka dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di Legian, Ali Imron mengintruksikan Jimi untuk menggabungkan kabel-kabel dari detonator ke kotak switch bom di dalam mobil. Dan Jimi akan melancarkan bom bunuh diri menggunakan mobil di Sari Club.

Pada saat yang bersamaan, Ali Imron menyuruh Iqbal untuk memakai bom rompi. Iqbal juga akan beraksi sebagai “pengantin” (sebutan untuk pelaku bom bunuh diri) di Paddy’s Pub. Setelah persiapan rampung, Iqbal turun dari mobil dan masuk ke dalam Paddy’s Pub, dan Bom pun meledak di sana.

Sementara itu, Ali Imron turun dari mobil kemudian dijemput Idris untuk menuju Jalan Imam Bonjol. Sedangkan Jimi langsung memacu mobil menuju Sari Club, lalu meledakkan bom di dalam mobil yang ia kendarai. Bom kedua pun meledak dari mobil tersebut. Ratusan orang tewas akibat ledakan dua bom tersebut.

Di tengah perjalanan, Ali Imron menekan tombol remote control yang sudah dipasang pada ponselnya. Dan selang 10 menit dari ledakan dua bom sebelumnya, seketika Bom kotak yang telah ia taruh sebelumnya meledak di depan konsulat Amerika Serikat, tapi bom ini tak mengakibatkan korban jiwa.

Sejak itu, eksodus besar-besaran terjadi di Pulau Dewata. Bandara Ngurah Rai sesak didatangi banyak warga asing, terutama tim investigasi dari Biro Investigasi Amerika Serikat (FBI). Lalu  tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus ini, menyimpulkan bahwa bom yang digunakan dalam peristiwa ini berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50–150 kg.

Baca Juga:   Sejarah 10 Oktober: Tokoh “Superman” Christopher Reeve Meninggal Dunia

Dan kemudian untuk mengenang tragedi ini, pemerintah daerah Bali, membangun sebuah monumen peringatan yang di beri nama Monumen Panca Benua. Dikalangan wisatawan, monumen peringatan tragedi bom Bali 1 ini lebih terkenal dengan nama Monumen Ground Zero Bali. Setiap tahunnya pada tanggal 12 Oktober, banyak orang yang datang dari berbagai negara, berkumpul di tempat tugu peringatan bom Bali, untuk mengenang tragedi memilukan ini.

Lokasi dari Paddy’s Pub inilah yang kemudian dijadikan sebagai monumen ground zero Bali. Dan Paddy’s Pub pun direlokasi ke sebelah selatannya, tepatnya berada di depan monumen Ground Zero Bali. Dan namanya pun kemudian berubah menjadi Paddy’s Club dan sekarang lebih terkenal dengan nama Paddy’s reload.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password