Sejarah 9 Oktober: Che Guevara Dieksekusi Mati

Sejarah 9 Oktober: Che Guevara Dieksekusi Mati 19
Foto jenazah Che Guevara, setelah dieksekusi mati Militer Bolivia. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Tepat hari ini, 52 tahun yang lalu atau pada 9 Oktober 1967, seorang tokoh revolusioner, dokter, penulis, dan pemimpin gerilyawan asal Argentina Ernesto Che Guevara dieksekusi mati oleh pihak militer Bolivia. Pasukan militer Bolivia yang didukung oleh militer Amerika Serikat (AS) melakukan penangkapan terhadap Che Guevara pada 8 Oktober 1967.

Presiden AS waktu itu, Lyndon B Johnson, memandangnya sebagai penghasut yang berbahaya. AS sendiri telah membantu pemerintah Bolivia ketika melawan tantangan revolusi Guevara.

Sebagai salah satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, wajah Guevara kerap menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra – kebudayaan dan dalam budaya populer. Revolusi Kuba yang dimenangkan Che Guevara bersama dengan duo Castro, Raul dan Fidel pada 1959, setelah menumbangkan rezim Batista membuat gaung kemeriahan melanda seantero Kuba. Sebagai bagian dari organ penting revolusi, Guevara pun diangkat menjadi menteri untuk menjalankan roda-roda hasil revolusinya, dan Fidel Castro didapuk sebagai presiden.

Jauh sebelum revolusi Kuba terjadi, Che Guevara memiliki keinginan yang kuat untuk menjelajahi dunia, ia memulai petualangannya menyusuri Amerika Latin dengan sepeda motornya pada tahun 1950. Dari Argentina, ia menyusuri mulai dari Cile, Peru, Ekuador, Kolombia, Venezuela, Panama, Miami, dan terakhir singgah di Florida.

Selama dalam perjalanan itu, ia banyak menemui penduduk yang berkubang dalam kemiskinan, kelaparan, dan menderita penyakit. Tekad pembebasannya pun berawal dan tumbuh dari situ. Ia melihat Amerika Latin sebagai persatuan Hispanik Amerika dengan kesamaan entitas kebudayaan dan ekonomi yang membutuhkan strategi pembebasan untuk mengakhiri penderitaannya selama ini.

Setelah menyelesaikan pendidikannya pada Juni 1953, ia segera melanjutkan petualangannya lagi dan pergi ke Guatemala. Di sana ia bertemu Jacobo Arbenz yang baru terpilih sebagai presiden secara demokratis dua tahun sebelumnya. Che Guevara melihat Arbenz melakukan revolusi dengan menggagas reformasi agraria dan memutuskan sistem latifundia yang menekankan kepemilikan tunggal pada lahan tanah yang luas.

United Fruit Company, salah satu perusahaan buah khususnya pisang milik Amerika di Guatemala, terkena dampak atas kebijakan Presiden Arbenz ini. Benar saja, baru saja satu tahun Presiden Arbenz berkuasa. Kudeta atas Arbenz terjadi pada 1954 oleh sayap kanan Armas dengan dukungan kuat dari CIA.

Baca Juga:   Sejarah 16 Oktober: The Walt Disney Company Berdiri

Dengan terjadinya fenomena ini, Che Guevara makin jelas melihat bahwa Amerika Serikat tidak menyukai model pemerintahan yang berhaluan kiri dan progresif yang sedang berjuang memperbaiki ketimpangan sosial ekonomi di tanah Amerika Latin. Dari situ lah Che melihat jalannya sosialisme harus diwujudkan lewat revolusi bersenjata untuk mengusir para imperialis.

Kemudian dari Guatemala, Che bertolak ke Meksiko, dan dari sini lah awal revolusi Kuba dimulai. Di Meksiko ia bertemu Fidel dan Raul Castro, dua orang kakak beradik tahanan politik yang sedang mempersiapkan penggulingan diktator Fulgencio Batista di Kuba. Che kemudian bergabung dalam Gerakan 26 Juli yang memulai serangan ke Kuba melawan tentara Batista. Ia memulai kerja revolusionernya dengan menjadi dokter medis bagi para gerilyawan.

Setelah revolusi Kuba dimenangkan, sebelum menjadi menteri Che Guevara pernah didapuk menjadi Presiden Bank Nasional Kuba. Pada masa itu ia pun sering berkeliling dunia sebagai duta Kuba mengunjungi negara-negara dunia ketiga, termasuk ke Indonesia untuk menemui Sukarno.

Sejarah 9 Oktober: Che Guevara Dieksekusi Mati 20
Che Guevara Melepas Jabatannya di Kuba dan Memilih Bergerilya Ke Bolivia (Bosscha.id)

Pada tahun 1965 Ia kemudian meletakkan segala jabatannya di Kuba untuk kembali masuk ke negara-negara berkembang guna menyebarkan revolusi. Bertolak ke Kongo, ia melatih pasukan pemberontak agar bisa berperang gerilya, tetapi Ia mendapati kegagalan karena terpecahnya perjuangan dan disebabkan faktor-faktor lain. Pada tahun 1966, ia diam-diam kembali lagi ke Kuba dan melanjutkan perjalanan ke Bolivia memimpin pasukan memberontak terhadap pemerintah René Barrientos Ortuno.

Penangkapan Che Guevara pada 8 Oktober 1967, diawali oleh pertempuran antara kurang lebih 1.800 tentara Bolivia yang menyerbu gerilyawan, yang kemudian membuat Guevara terluka dan menjadi tawanan. Dan kemudian perintah eksekusi mati Guevara datang dari Presiden Bolivia René Barrientos Ortuno. Lalu eksekusi dilakukan keesokan harinya di La Higuera, sebuah desa di Bolivia. alasan Barrientos memerintahkan eksekusi segera adalah agar Guevara tak melarikan diri dari penjara. Juga mencegah publik Bolivia menjadi simpatisan Guevara jika ia menjalani serangkaian sidang di pengadilan terbuka.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password