Sejarah 8 Oktober: Hari Lahir ‘Si Doel’

Sejarah 8 Oktober: Hari Lahir ‘Si Doel’ 19
Tranformasi Penampilan Rano karno Dari Aktor Cilik Sampai Pejabat (Bosscha.id)

Bosscha.id-Rano Karno, Siapa yang tak kenal dengan sosok selebritis dan politisi satu ini, namanya sudah malang melintang di jagat hiburan tanah air sejak tahun 70-an dan mulai terjun di dunia politik pada awal tahu 2007.

Pria yang lahir di Jakarta pada 8 Oktober 1960 sudah memulai karirnya sebagai pemain film pada saat usianya baru 9 tahun lewat film berjudul ‘Lewat Tengah Malam’. Lalu namanya mulai dikenal lewat film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjuman Djaja yang diangkat dari cerita Aman Datoek Madjoindo, dalam film itu, Rano menjadi pemeran utama.

Sejak itu, prestasinya mulai terlihat. Lewat film Rio Anakku (1973), Rano memperoleh penghargaan Aktor Harapan I PWI Jaya (1974). Kemudian, dalam Festifal Film Asia 1974 di Taipei, Taiwan ia meraih hadiah The Best Child Actor. Selanjutnya ia mendapat peran-peran remaja dan dewasa lewat film Wajah Tiga Perempuan (1976), Suci Sang Primadona (1977), Gita Cinta dari SMA (1979), demi menunjang karirnya di dunia per film-an, Rano pun sempat belajar akting di East West Player, Amerika Serikat.

Ketika industri film Indonesia kala itu sedang surut, Rano beralih ke sinetron. Pada medio tahun 90-an, Rano menyutradarai, menulis cerita, skenario dan berperan dalam sinetron paling monumental kala itu yaitu SI Doel Anak Sekolahan yang digarapnya bersama saudara-saudaranya dalam Karnos Film. Selain serial Si Doel Anak Sekolahan 1-6, PT Karnos Film juga menghasilkan sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat. Selain akting, Rano juga pernah terjun ke dunia tarik suara. Dan album perdananya berjudl “Yang Sangat Kusayang”, dan terhitung cukup laku di pasaran kala itu.

Sejarah 8 Oktober: Hari Lahir ‘Si Doel’ 20
Dengan Popularitasnya, Rano Karno Memanjat Karir Politik (Bosscha.id)

Dan karir politik Rano dimulai pada awal tahun 2007, Rano pernah berpamitan kepada insan film nasional, untuk lebih berkonsentrasi dalam ‘karier baru’-nya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Namun pertengahan 2007, muncul iklan keluarga Si Doel yang mendukung Fauzi Bowo. Hal ini sempat memunculkan rumor bahwa Rano mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah dari Fauzi Bowo. Meski hal itu akhirnya ditepis oleh kedua belah pihak

Baca Juga:   Sibuk Kerja, Tidak Sempat Olahraga ? Inilah 4 Cara Mengatasinya

Rano kembali mengejutkan publik di penghujung 2007 dengan menyatakan bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tangerang sesuai dengan keputusan partai pendukung untuk mendampingi Calon Bupati Ismet Iskandar pada Pilkada Tangerang 2008 Pasangan ini kemudian terpilih sebagai pemenang dan Rano menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.

Sebelum masa jabatannya usai, Pada tahun 2011 Rano mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati dan mencalonkan diri menjadi Calon Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Choisiyah. Dan berdasarkan hasil perhitungan yang diumumkan oleh KPUD Banten pada tanggal 30 Oktober 2011 dipastikan pasangan Ratu Atut Choisiyah dan Rano Karno memenangkan hasil pilkada Banten.

Belum sampai 3 tahun menjabat Wagub Banten, pada tanggal 13 Mei 2014, Rano Karno ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT). Gubernur Banten menggantikan Ratu Atut Choisiyah yang dinonaktifkan terkait kasus suap pilkada di MK.

Dan tahun ini Rano berhasil melenggang ke senayan sebagai anggota DPR RI untuk lima tahun mendatang berkat dukungan suara sebanyak 274.294 dari Dapil Banten III. Sebelum mencalonkan diri menjadi caleg pada Pemilu 2019, Rano sempat maju menjadi calon gubernur Banten bersama Embay Mulya pada Pilkada Banten 2017. Namun kala itu, ia kalah dari pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy. Dengan kekalahan tersebut, Rano gagal mempertahankan kursi gubernur yang sempat ia cicip sebelumnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password