Ganja dan Sabu Marak Beredar di Desa, BNN KBB: Kami Akan Tes Urine Ribuan Aparatur Desa

BNN KBB berencana melakukan tes urine aparatur desa di Bandung Barat/Bosscha.id

Bosscha.id– Sebanyak 2.475 alat tes urine disapakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ribuan alat tes urine tersebut disaipakan untuk mendukung Program Bersih Narkoba (Bersinar) melalui penguatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di seluruh desa di Bandung Barat.

“Kali ini, kepala desa beserta perangkatnya menjadi sasaran untuk dilakukan tes urine dalam upaya mewujudkan pemerintahan desa yang bebas dari narkotika,” kata Kepala BNN KBB, Sam Norati Martiana ditemui di kantornya, Kamis (3/9/2019).

Sam mengungkapkan, sesuai dengan agenda, seluruh kepala desa beserta perangkatnya akan dilakukan tes urine untuk menyukseskan Program Bersinar. Sebab, sebelum mewujudkan masyarakat terbebas dari narkotika, yang paling utama adalah di lingkungan pemerintah desanya agar memberikan contoh bagi masyarakat.

“Kita siapkan sekitar 2.475 alat yang akan digunakan untuk tes urine bagi kepala desa dan perangkatnya. Alat tes urine yang kami siapkan itu berdasarkan jumlah 165 desa se-KBB. Karena untuk satu desa dengan perangkatnya bisa mencapai 15 orang. Makanya nanti, teknis untuk tes urine akan di pusatkan di masing-masing kecamatan,” ungkap Sam.

Desa di Bandung Barat harus bebas narkoba/Bosscha.id

Sam mengungkapkan, selama ini banyak ditemui di setiap desa jenis narkotika seperti sabu dan ganja. Adapun, tahun ini yang paling banyak ditemukan yakni psikotropika atau obat.

“Terakhir ditemukan sebanyak 6.000 butir obat. Narkotika jenis obat ini banyak ditemui sehingga kami terus melakukan pemantauan di lapangan,” katanya.

Untuk tes urine ini, lanjut Sam, kemungkinan akan dilaksanakan setelah penyelenggaraan Pemilihaan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar pada November mendatang.

“Pelaksanaannya setelah Pilkades, baru kita tes urine. Kami akan bersinergi dengan setiap desa untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkotika,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sam berharap, melalui Program Bersinar tersebut dapat juga menumbuhkan kepedulian aparat desa untuk terus melakukan pencegahan terhadap narkotika. Terlebih, pencegahan bisa dimulai dari jajaran aparat desa dulu hingga ke RT/RW supaya bersih dari narkotika.

“Bahkan, kami juga masuk ke lingkungan pendidikan di mulai dari siswa, guru hingga kepala sekolah. Kita lakukan edukasi melawan narkotika melalui program yang digagas dari BNN pusat,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password