Pembunuh Khashoggi Disebut Sempat Bercanda Sebelum Memutilasi

jamal khasoggi
Jamal Khashoggi. (Foto: rsf.org)

Bosscha.id-Sejumlah terduga pembunuh Jamal Khashoggi disebut sempat bergurau sebelum memutilasi tubuh wartawan pengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), tersebut pada Oktober 2018 lalu.

Dikutip CNN Indonesia, pengacara asal Inggris anggota tim penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Helena Kennedy, menuturkan para eksekutor menyebut Khashoggi sebagai “binatang persembahan atau tumbal.”

Ia mendasari pernyataannya itu setelah mendengar rekaman percakapan yang didapat otoritas Turki dari dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul, tempat Khashoggi diduga dibunuh.

“Mereka sempat berbicara, ‘Apakah hewan persembahannya sudah datang?’ saat menunggu Khashoggi datang ke konsulat. Kalian bisa mendengar mereka tertawa layaknya pembunuhan itu adalah misi yang santai,” kata Kennedy saat diwawancarai program dokumenter Panorama BBC pada awal pekan ini.

“Ada percakapan yang menyebut, ‘Apakah tubuh dan pinggul ini bisa muat ke dalam tas dengan cara seperti ini?'” katanya menambahkan.

Kennedy juga mengatakan bahwa salah seorang pelaku pembunuhan yang merupakan ahli patologi forensik mengaku kerap membedah atau memotong mayat sambil mendengarkan musik.

Dikutip AFP, Kennedy juga mengatakan ahli patologi itu menuturkan kadang-kadang ia menikmati kopi dan cerutu di tangan sambil memotong mayat.

“Ada satu titik di mana Anda dapat mendengar kesan suara Khashoggi berubah dari semula percaya diri, menjadi sedikit takut, gelisah, meningkatnya ancaman, hingga kemudian mengetahui bahwa sesuatu yang fatal akan terjadi padanya,” ucap Kennedy.

Sementara itu, Pelapor Khusus PBB terkait kasus ini, Agens Callamard, mengatakan bahwa Khashoggi sempat bertanya kepada para pelaku pembunuh apakah mereka akan memberinya sebuah suntikan.

“Dan mereka (para pembunuh) menjawab ‘Ya,'” kata Callamard.

“Suara yang terdengar setelah itu menunjukkan bahwa dia (Khashoggi) mati lemas, mungkin dengan kantong plastik membekap kepalanya,” kata Callamard.

Baca Juga:   Nelayan Tewas Diterkam Buaya Sehabis Memancing

Tak lama setelahnya, rekaman itu memperdengarkan bahwa seseorang berkata “Dia adalah anjing. Letakkan ini di kepalanya, bungkus itu.”

“Orang yang mendengar rekaman itu hanya bisa berasumsi bahwa mereka (para pelaku) telah memotong kepalanya,” ujar Callamard.

Kennedy dan Callamard merupakan sejumlah orang yang memiliki akses mendengarkan rekaman itu. Otoritas Turki memberikan rekaman suara sepanjang 45 menit itu kepada PBB untuk penyelidikan lebih lanjut.

Khashoggi merupakan seorang kolumnis The Washington Post yang kerap mengkritik MbS. Ia tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

Setahun berlalu, kasus pembunuhan Khashoggi masih menjadi misteri tak hanya bagi otoritas Turki, tapi juga bagi dunia. Hingga kini, jasad Khashoggi yang disebut ‘telah dimusnahkan’ belum juga ditemukan.

Usai melakukan investigasi selama enam bulan, PBB menyimpulkan Saudi “melakukan eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya” terhadap Khashoggi.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap. Sejauh ini, jaksa Saudi telah mendakwa 11 tersangka terkait pembunuhan Khashoggi, lima di antaranya terancam hukuman mati.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password