Jelang Demo HUT China di Hong Kong Diwarnai Bentrok Massa

Jelang Demo HUT China di Hong Kong Diwarnai Bentrok Massa 19
Demonstran yang melakukan kampanye di Hong Kong ditembaki gas air mata oleh kepolisian, Ahad (21/7/2019 lalu). Foto: Jerome Favre/EPA

Bosscha.id– Dua kelompok pro dan kontra pemerintah Hong Kongmulai bersiap untuk melakukan aksi demonstrasi, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Rakyat China ke-70 pada hari ini, Selasa (1/10/2019). Bahkan sebagian dari mereka sudah terlibat pertengkaran dan akhirnya dibubarkan polisi dengan semprotan merica.

Seperti dilansir Associated Press, massa kelompok penentang pemerintah Hong Kong sudah mulai bersiap menggelar aksi sejak pagi hari waktu setempat. Mereka mengenakan setelah pakaian dan celana hitam sebagai simbol perlawanan selama ini.

Sekelompok massa antipemerintah di Distrik Wang Chai sempat menggelar orasi sebelum melakukan pawai. Mereka terdiri dari kalangan tua dan muda-mudi.

Akan tetapi, massa pro pemerintah China sempat mengadang ketika massa anti pemerintah Hong Kong hendak bersiap melakukan pawai. Sempat terjadi keributan, tetapi polisi segera tiba di lokasi untuk melerai.

Polisi menangkap dua demonstran pro China yang dianggap menyerang terlebih dulu kelompok antipemerintah. Diperkirakan suasana bakal semakin panas menjelang siang nanti karena para aktivis setempat sudah berjanji beberapa waktu lalu bakal berdemo seharian penuh.

Pemerintah Hong Kong memperketat pengamanan pada hari ini untuk mengantisipasi kerusuhan dalam demonstrasi. Sebab para pengunjuk rasa antipemerintah akan menggelar aksi di sejumlah wilayah.

Aparat bahkan melarang pesta kembang api hari ini. Mereka juga menutup sejumlah stasiun kereta bawah tanah dan kereta bandara guna menghindari gangguan akibat demo.

Baca Juga:   Nelayan Tewas Diterkam Buaya Sehabis Memancing

Kepolisian Hong Kong bahkan sempat memperkirakan aksi demonstrasi hari ini akan diwarnai dengan aksi kekerasan. Mereka menuduh kelompok aktivis radikal sudah berencana untuk melakukan tindakan ekstrem, yakni menghabisi polisi, menyamar menjadi polisi untuk membunuh warga sipil, dan berencana melakukan pembakaran besar-besaran.

Kendati demikian, para aktivis menganggap prediksi polisi adalah lelucon.

jutaan warga Hong Kong telah berdemo sejak awal Juni lalu. Protes ini diawali dari penolakan warga terhadap pembahasan RUU Ekstradisi.

Meski Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah resmi mengumumkan pembatalan RUU itu, para pedemo masih belum puas.

Kini, tuntutan pengunjuk rasa berkembang mulai dari mendesak Carrie Lam mundur hingga pemisahan Hong Kong dari China. Polisi sampai saat ini dilaporkan sudah menangkap ribuan demonstran

Source: CNN Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password