Sejarah 25 September: Hari Jadi Kota Bandung

Kota Bandung merubah banyak penampilannya dari tahun ke tahun./Bosscha.id

Bosscha.id-Tepat hari ini 25 September Kota Bandung sebagai ibu kota dari provinsi Jawa Barat berusia 209 tahun. Kota Bandung yang dikenal sebagai tempat yang sejuk karena terletak di dataran tinggi ini merupakan salah satu kota wisata di Indonesia mulai dari wisata belanja, fashion, dan kuliner.

Dan tepat hari ini 25 September, kota Bandung sudah berusia 209 tahun. Sejarah berdirinya kota Bandung ini tidak bisa dipisahkan dari kabupaten Bandung. Pasalnya lahirnya kota Bandung didirikan oleh dan atas kehendak (kebijakan) Bupati Bandung ke-6, yaitu R.A. Wiranatakusumah II. Karena menurutnya lokasi ibu kota kabupaten Bandung yang kala itu adalah Krapyak (sekarang Dayeuhkolot) dinilai kurang strategis.

Akan tetapi proses pendiriannya dipercepat oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels dengan surat keputusan (besluit) pada tanggal 25 September 1810 sehingga kemudian tanggal 25 September diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.

Di masa pemerintahan Daendels, ia membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer yang merupakan ujung Barat dari provinsi Jawa Barat ke Panarukan yang merupakan ujung Timurnya Jawa Timur. Jarak jalan raya tersebut sekitar 1000 km. Dan pembangunan jalan raya tersebut pun dilakukan oleh warga pribumi yang dipimpin oleh bupati daerah masing-masing.

Jalan Raya Pos mulai dibangun pada pertengahan tahun 1808 dengan memperbaiki dan memperlebar jalan. Jalan tersebut dibangun di daerah Bandung khususnya daerah Priangan. Sekarang, jalan tersebut adalah jalan Jenderal Sudirman – Jalan Asia Afrika – Jalan A. Yani yang berlanjut ke Sumedang dan seterusnya.

Baca Juga:   Kota Madrid kembali Lockdown Tekan Lonjakan Kasus Covid-19

Pada akhir tahun 1808 atau awal tahun 1809, bupati bersama warganya pindah dari Krapyak menuju ibukota baru yang diawali tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti), lalu dilanjutkan ke Balubur Hilir, hingga pindah lagi ke Kampur Bogor (Kebon Kawung, yang sekarang adalah Gedung Pakuan). Lalu pada tanggal 25 Mei 1810, Daendles meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten ke daerah Cikapundung dan Andawadak atau sekarang adalah Tanjungsari mendekati Jalan Raya Pos. Hal ini dilakukan agar pejabat pemerintahan kolonial mudah medapatkan akses ketika mengunjungi kantor bupati. Selain itu, juga bertujuan agar pembangunan jalan raya dapat berjalan dengan lancar.

Pada tahun 1896, kota Bandung bukanlah sebuah kota, melainkan hanya sebuah kampung atau desa yang memiliki penduduk kurang lebih 30 ribu penduduk. Dari 30 ribu penduduk itu, diisi oleh penduduk berkebangsaan Eropa sekitar seribu penduduk, dan sisanya mayoritas orang Belanda. Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah seperti saat ini.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password