APBD Perubahan KBB Gagal Disahkan, Pjs Ketua DPRD KBB: Eksekutif Terlalu Sibuk

Bosscha.id

Bosscha.id– Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019 Kabupaten Bandung Barat terpaksa gagal disahkan. HIngga kini tidak ada pembahasan antara eksekutif dan legislatif, apalagi pengesahan. Padahal, ditargetkan pengesahan APBD P bisa rampung pada akhir September 2019 ini.

Adapun gagalnya penyusunan APBD-P dikhawatirkan berimbas terhadap sejumlah program pemerintah.

Pjs Ketua DPRD KBB Bagja Setiawan, mengungkapkan, walaupun surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang surat keputusan (SK) Gubernur terkait peresmian pengangkatan pimpinan defenitif DPRD KBB sudah keluar per-tanggal 19 september 2019, namun pengesahan APBD P tersebut gagal dilakukan. 

“Gagalnya pengesahan APBD ini lantaran ada beberapa agenda yang harus diselesaikan diantaranya pembentukan alat kelengkapan dewan beserta pemilihan unsur pimpinannya yang selanjutnya harus diparipurnakan,” kata Bagja, Jumat (20/19/2019).

Menurut Bagja, pihaknya sebelumnya telah mengagendakan rapat paripurna pelantikan pada Selasa 24 september 2019 mendatang. Namun, lantaran pihak eksekutif juga belum ada itikad untuk membahas perihal subtansi Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) APBD yang akan dibahas, sehingga terpaksa APBD P pun gagal disahkan.

“Jadi waktu sangatlah sempit, belum lagi sampai hari ini pemerintah daerah belum mengajak diskusi kepada kami terkait substansi Raperda APBD yang akan dibahas. Selain itu, progress beberapa hal yang harus dikoreksi ketika rapat penyelarasan dengan Badan Anggaran periode yang lalu pun belum dilaporkan kepada kami,” ungkapnya.

Baca Juga:   Dampak Covid-19, RPJMD KBB 2018-2023 Direvisi

Meski demikian, Bagja yang juga politisi PKS ini tidak mempermasalahkan apabila pemerintah daerah memang menganggap tidak ada hal-hal yang urgent sehingga APBD P tidak perlu untuk dibahas.

“Kami memaklumi Bupati Bandung Barat sangatlah sibuk beberapa waktu ke belakang dalam mengevaluasi satu tahun AKUR yang bertepatan pada hari ini sehingga pembahasan APBD menjadi tidak prioritas. Kami tidak keberatan untuk itu,” kata Bagja.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password