Bupati Aa Umbara: Peranan BUMD Baru Bisa Tingkatkan Potensi PAD

Bupati Aa Umbara: Peranan  BUMD Baru Bisa Tingkatkan Potensi PAD 19

Bosscha.id-Rencana Pemkab Bandung Barat untuk mewujudkan lima anak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, harus tetap dilaksanakan di tahun depan. BUMD baru tersebut diharapkan, bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan memanfaatkan kerja sama dengan pihak swasta tanpa menggunakan APBD.

Demikian disampaikan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, di Kantornya belum lama ini. 

“Pengembangan BUMD (anak usaha) memanfaatkan kerja sama investor bukan APBD. Sebisa mungkin kita tidak menggunakan anggaran daerah karena potensi kerja sama dengan swasta cukup besar agar menghasilkan PAD. Termasuk tahun 2020 mendatang, kita tidak memberikan (suntikan dana) ke BUMD dulu,” unngkap Umbara.

Menurut Umbara, akan ada lima bidang usaha yang akan dijadikan anak usaha BUMD. Pertama di bidang properti, kedua kontraktor, ketiga UMKM, keempat pariwisata dan terakhir rumah produksi hiburan (production house).

“Misalkan untuk bidang properti, BUMD nanti bisa kerja sama dengan investor untuk membangun perumahan dengan DP dan harga terjangkau. Jadi tidak mengganggu APBD biar BUMD yang mengelola,” katanya.

Adapun, kata Umbara, untuk contoh lain seperti di bidang kontraktor. Ada bantuan dari pihak swasta seperti contohnya dari proyek Kereta Cepat dan beberapa bantuan dana swasta lainnya untuk pembangunan infrastruktur. Itu bisa dikelola langsung oleh BUMD. 

“Bantuan dari swasta itu sangat besar, kalau tidak dikelola dengan benar sangat disayangkan, karena nilainya bisa mencapai ratusan miliar, biar BUMD yang mengurus. Bantuan dari swasta itu bukan berbentuk uang, tapi pemerintah hanya sebagai penerima manfaat saja seperti pembangunan jalan,” ujarnya.

Umbara juga mengatakan, akan ada rencana pembangunan BUMD Tower yang di pusatkan di Kota Baru Parahyangan.

Sementara, disinggung perihal apakah bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan juga bakal dikelola oleh BUMD, orang nomor satu di Bandung Barat itu memastikan untuk CSR (Corporate Social Responsibility) tak melibatkan BUMD.

Baca Juga:   Lelang Jabatan di KBB: Kursi Kepala DPPKBP3A Jadi Rebutan

“Kalau untuk CSR perusahaan akan dikelola khusus melalui Bandung Barat CSR (BBCSR). Sekarang ke  pengurusannya sedang disusun dan di akhir bulan ini harus sudah selesai. Nanti, bantuan CSR ini bisa digunakan untuk program bedah rumah atau rutilahu seperti yang sudah dijalankan selama ini, termasuk program bantuan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.

Bupati Aa Umbara: Peranan  BUMD Baru Bisa Tingkatkan Potensi PAD 20
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dan Wakil Bupati Hengki Kurniawan/Bosscha.id

Senada dengan Umbara. Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan memiliki wacana ingin membangun rumah produksi hiburan di KBB melalui BUMD. Menurut Hengki, pembangunan production house untuk mendorong industri kreatif di KBB.

“Tempat ini akan mewadahi anak muda yang hobi fotografi, akting, dan sebagainya. Kita berikan wadah,” ujar Hengki belum lama ini.

Meski demikian, rencana Pemkab Bandung Barat untuk mengembangkan lima anak usaha BUMD tersebut mendapat sorotan dari partai koalisi. Ketua DPC Partai Demokrat KBB, Iwan Setiawan memandang, untuk mendirikan lima anak usaha BUMD perlu kajian secara mendalam serta matang dari sisi perencanaan.

“Harus dikaji lebih dalam lagi, jangan terkesan terburu-buru ingin segera, tetapi tidak matang dari sisi perencanaan, saya memandang ada beberapa aspek yang secara serius harus dikaji. Misalnya, aspek yuridis secara legal formal pembentukan  BUMD harus melewati mekanisme dan tahapan yang tidak sederhana. Kita sudah punya satu BUMD berbentuk perseroan terbatas (PT), sehingga BUMD yang baru ini formatnya mau seperti apa? apakah mau berbentuk perusahaan daerah (PD) atau PT?,” kata Iwan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password