Sejarah 16 September : Petaka Ambruknya Stadion Teladan di Medan

Stadion Teladan Medan, Sebelum Terjadinya Bencana Ambruk, (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Stadion Teladan Medan, ini dikenal sebagai kandang dari klub sepak bola PSMS Medan. Pada 16 September 1979, bagian stadion Teladan ini ambruk ketika sedang digelarnya acara konser musik Adi Bing Slamet. Ambruknya bagian stadion ini dikarenakan tidak sanggupnya stadion menampung penonton konser yang membludak kala itu.

Stadion ini mulai dibangun pada tahun 1951 dan selesai dua tahun setelahnya. Pembangunan stadion yang terletak di Jalan Stadion, Teladan Barat, Medan Kota, Kota Medan ini dilakukan sebagai persiapan untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-3 di Medan, Sumatera Utara. Pelaksanaan PON itu sendiri berlangsung 20-27 September 1953. Stadion ini dirancang oleh seorang arsitek kenamaan di masa itu, yakni Ir Bwan Tjie Lim.

Stadion Teladan ini pun tidak hanya difungsikan sebagai tempat pertandingan sepak bola saja, tetapi juga digunakan untuk sejumlah konser musik atau pergelaran lainnya. Pada 16 September 1979, bagian stadion Teladan ini ambruk ketika sedang digelarnya acara konser musik Adi Bing Slamet. Ambruknya bagian stadion ini dikarenakan tidak sanggupnya stadion menampung penonton konser yang membludak kala itu.

Pembangunan Stadion Teladan Medan Melakukan Beberapa Kali Pemugaran, Bosscha.id

Pada tahun 1996, sejumlah pertandingan sepak bola bertaraf internasional berlangsung di stadion ini. Termasuk pertandingan persahabatan timnas Indonesia melawan tim yang tergabung dalam seri A Italia, Sampdoria.

Baca Juga:   Dampak Covid-19, RPJMD KBB 2018-2023 Direvisi

Di tahun itu, klub-klub raksasa dari berbagai belahan dunia juga pernah merasakan stadion ini. Antara lain Grasshopper (Swiss), Lokomotiv (Moskow), Arsenal (Inggris) mereka bertanding dengan timnas PSSI. Tidak ketinggalan pula sejumlah liga tanah air pernah digelar di stadion ini. Seperti Pro Titan, Tim Devisi Utama, Bintang Medan, dan LPI.

Seiring berjalannya waktu, stadion ini semakin kurang terawat. Pada beberapa titik, lapangan mulai ada yang berlubang. Ketika hujan turun, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan air. Selain itu, fasilitas lampu dan kursi penonton juga tidak layak. Karena kekurangan-kekurangan itu, stadion ini sempat tidak masuk verifikasi PSSI sebagai stadion yang layak digunakan untuk pertandingan.

Oleh karena itu, Pemkot Medan beberapa kali melakukan pemugaran terhadap stadion ini. Renovasi besar-besaran dilakukan pada 2012-2015. Selama kurun waktu 3 tahun itu, biaya renovasi stadion Teladan ini telah menghabiskan anggaran setidaknya Rp. 44 miliar. Berbanding lurus dengan dana yang dikeluarkan, alhasil stadion ini kini telah dinyatakan lolos verifikasi oleh PSSI.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password