Rusia Sebut Mata-mata AS Tak Punya Akses ke Putin

Rusia Sebut Mata-mata AS Tak Punya Akses ke Putin 18
Presiden Vladimir Putin. Foto: Reuters

Bosscha.id-Pemerintah Rusia mengaku bahwa seorang pejabat Kremlin yang diduga mata-mata Amerika Serikat tidak memiliki akses langsung terhadap Presiden Vladimir Putin.

Dikutip CNN Indonesia, media lokal menyebut mata-mata itu bernama Oleg Smolenkov. Ia disebut telah menjadi informan AS di lingkaran tinggi pemerintahan Rusia cukup lama.

Juru bicara kantor kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menuturkan Smolenkov memang pernah bekerja bagi pemerintah Rusia namun telah dipecat pada 2016 atau 2017 lalu.

“Benar bahwa Smolenkov pernah bekerja di kantor kepresidenan tetapi telah dipecat beberapa tahun lalu. Jabatan dia juga bukan tingkat senior,” kata Dmitry.

“Saya tidak bisa mengkonfirmasi itu (jika Smolenkov mata-mata), saya tidak tahu jika dia adalah seorang agen intelijen. Saya hanya bisa mengonfirmasi bahwa pernah ada orang seperti itu di dalam pemerintahan Rusia dan sekarang sudah dipecat,” ujarnya menambahkan.

Dilansir Reuters, selama berkarier sebagai pejabat Rusia, Smolenkov diketahui pernah bekerja di Kedutaan Besar Rusia di AS. Ia juga pernah bekerja di kantor kepresidenan Rusia.

Sumber lain mengatakan bahwa Smolenkov pernah bekerja sebagai asisten staf ahli Putin bidang kebijakan luar negeri, Yuri Ushakov. 

Sementara itu, surat kabar Kommersant melaporkan istri Smolenkov, Antonina, juga pernah bekerja di salah satu departemen di kantor kepresidenan Rusia. Keduanya memiliki tiga orang anak.

Baca Juga:   Misteri Pembunuhan Berantai 30 Tahun Lalu di Korsel Terungkap

Smolenkov dan keluarganya dilaporkan hilang ketika berlibur ke Montenegro pada Juni 2017 lalu. Seorang pejabat penegak hukum Rusia mengatakan Moskow sempat membuka penyelidikan terkait dugaan pembunuhan Smolenkov.

Namun, penyelidikan dihentikan lantaran pihak berwenang Rusia menyimpulkan bahwa Smolenkov masih hidup dan tinggal di luar negeri.

Kommersant menerbitkan sejumlah gambar yang menunjukkan sebuah rumah di Virginia, AS. Rumah itu disebut telah dibeli Smolenkov berdasarkan riwayat transaksi pembelian dan formulir pajak bangunan rumah tersebut.

Sementara itu, CNN melaporkan bahwa Smolenkov telah dibawa AS untuk dilindungi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Moskow telah meminta Washington untuk memberitahu lokasi keberadaan Smolenkov melalui Interpol.

“Tentunya informasi laporan seperti ini harus diverifikasi melalui jalur-jalur resmi,” kata Zakharova.

Source: CNN Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password