Sejarah 11 September : WTC Runtuh Diguncang Ledakan Bom

Sejarah 11 September : WTC Runtuh Diguncang Ledakan Bom 18
Secara beruntun aksi terorisme melalui penabrakan Pesawat ke Gedung WTC. (Dok Istimewa)

Bosscha.id-Hari ini 18 tahun yang lalu, tepatnya 11 September 2001, terjadi sebuah serangan teroris yang mengerikan. Hari itu 19 militan dari kelompok ekstremis Islam, Al-Qaeda, membajak empat pesawat dan melakukan serangan bunuh diri, dengan menabrakannya ke menara kembar World Trade Center (WTC). Serangan itu kemudian dikenal dengan nama Nine eleven 9/11.

Kelompok militan sengaja mengambil alih beberapa pesawat tujuan San Francisco dan Los Angles, mengingat rute yang ditempuh jauh, sehingga dipastikan membawa bahan bakar yang banyak. Terdapat empat pesawat yang diambil alih, yaitu America Airlines Penerbangan 11, American Airlines Penerbangan 77, United Airlines Penerbangan 175, dan United Airlines Penerbangan 93.

Peristiwa berawal pukul 08.46 pagi, Amerikan Airlines Penerbangan 11 yang dikendalikan oleh lima pembajak menabrakkan ke Menara Utara Word Trade Center (WTC). Selang setelah itu, lima pembajak yang mengendarai United Airlines Penerbangan 175 menabrakkan ke Menara Selatan WTC. Sontak keadaan ini membuat warga New York menjadi panik dan takut karena peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Sementara itu, lima pembajak lainnya menabrakkan American Airlines Penerbangan 77 ke Gedung Pertahanan AS. Pentagon pada pukul 09.37 pagi.

Sejarah 11 September : WTC Runtuh Diguncang Ledakan Bom 19
Secara beruntun pesawat yang dibajak sengaja ditabrakan ke Gedung WTC (Dok. NY Times)

Pesawat keempat, United Airlines Penerbangan 93 jatuh di sebuah lapangan di Shanksville, Pennsylvania. Rencana ini tak berhasil dilakukan oleh pembajak, karena penumpang dalam pesawat melakukan perlawanan. Akibatnya, pesawat terpaksa jatuh di sebuah lapangan. Tujuan utama teroris di Penerbangan 93 tidak diketahui. Namun, beberapa teori menyatakan bahwa target utama mereka kemungkinan adalah White House, Camp David di Maryland, atau salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang pesisir Timur.

Baca Juga:   Sejarah 19 September: Dirobeknya Bendera Belanda di Surabaya

Selang dua jam setelah peristiwa tersebut, bangunan di Komplek WTC runtuh. Menara Selatan dan Menara Utara runtuh beberapa saat karena terbakar. Reruntuhan Menara Utara menyebabkan gedung tujuh WTC terkena dampaknya dan menyebabkan bangunan ini juga runtuh.

Reruntuhan ini juga menyebabkan gedung-gedung di sampingnya juga terkena dampaknya. Total, lebih dari tiga bangunan di WTC yang runtuh setelah terjadi penabrakan. Korban meninggal dan luka-luka juga bertambah seiring bangunan-bangun itu mulai runtuh. Total korban diperkirakan hampir 3.000 orang tewas dan 6.000 luka-luka karena dampak dari semua serangan ini.

Pelaku serangan adalah beberapa teroris dari negara-negara Arab. Serangan tersebut didanai oleh kelompok Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden. Mereka melakukan aksi ini sebagai tindakan balas dendam atas dukungan Amerika terhadap Israel.

Diketahui bahwa beberapa teroris telah tinggal di AS selama lebih dari satu tahun dan mengambil kelas mengendarai pesawat di beberapa sekolah penerbangan. Sementara itu, sisanya menyelinap ke AS beberapa bulan sebelum 11 September – dan bertindak sebagai “otot” dalam operasi tersebut.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password