Sejarah 10 September: Dibentuknya BKR Laut, Cikal Bakal TNI AL

Sejarah 10 September: Dibentuknya BKR Laut, Cikal Bakal TNI AL 18
Cikal Bakal TNI AL Tidak Lepas Dari Dibentuknya BKR Laut, (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI AL), dimulai dari terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR), pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indoneisa (PPKI) pada tanggal 22 Agustus 1945. BKR sendiri kemudian berkembang menjadi beberapa divisi, dimana BKR Laut, salah satu divisi awalnya, meliputi wilayah bahari/laut.

Lalu pada tanggal 10 September 1945, BKR Laut terbentuk karena dipelopori oleh tokoh-tokoh bahariawan veteran yang pernah bertugas di jajaran Koninklijke Marine selama masa penjajahan Belanda dan veteran Kaigun selama masa pendudukan Jepang. Faktor lain yang mendorong terbentuknya badan ini adalah, karena adanya potensi yang memungkinkan untuk menjalankan fungsi Angkatan Laut, seperti kapal-kapal dan pangkalan, meskipun pada saat itu Angkatan Bersenjata Indonesia belum terbentuk dengan sempurna.

Besarnya semangat yang ada di kedua veteran itu menjadi faktor pendorong yang kuat terbentuknya kesatuan ini. Dan dari sini pula cikal bakal lahirnya TNI AL, yang dikenal hingga saat ini. Setelah BKR Laut terbentuk, maka berbagai kesatuan laut terus berbenah untuk membangun matra ini menjadi lebih baik. Pasukan BKR Laut memulai aksi-aksi untuk mengambil alih gedung-gedung di Pelabuhan Tanjung Priok.

Lewat aksi itu, BKR Laut akhirnya memberikan komando kepada para pemuda pelaut di berbagai daerah untuk membentuk kesatuan BKR Laut. Seiring berjalannya waktu, Pada 5 Oktober 1945, BKR akhirnya berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dengan begitu, otomatis matra yang ada di dalamnya termasuk laut juga menyesuaikan. BKR Laut berganti nama menjadi TKR Laut, yang kemudian dikenal lagi dengan nama Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) sebelum akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), seperti yang kita ketahui hngga kini.

Baca Juga:   Sejarah 18 September : Meninggalnya Sang Legenda, Jimi Hendrix

Dengan segala kekuatan dan kemampuan sederhana yang dimilikinya, ALRI mempunyai sejumlah Pangkalan Angkatan Laut, kapal – kapal peninggalan Jawatan Pelayaran Jepang diperdayakan, dan personel pengawaknya pun direkrut untuk memenuhi tuntutan tugas sebagai penjaga laut Republik yang baru terbentuk itu. Meski dengan kekuatan yang sederhana, sama sekali tidak menyurutkan ALRI untuk menggelar Operasi Lintas Laut dalam rangka menyebarluaskan berita proklamasi dan menyusun kekuatan bersenjata di berbagai tempat di Indonesia. Disamping itu mereka juga melakukan pelayaran penerobosan blokade laut Belanda dalam rangka mendapatkan bantuan dari luar negeri.

Kepahlawanan prajurit samudera tercermin dalam berbagai pertempuran laut dengan Angkatan Laut Belanda di berbagai tempat seperti Pertempuran Selat Bali, Pertempuran Laut Cirebon, dan Pertempuran Laut Sibolga. Operasi lintas laut juga berhasil menyusun pasukan bersenjata di Kalimantan Selatan, Bali, dan Sulawesi.

Keterbatasan dalam kekuatan dan kemampuan menyebabkan ALRI harus mengalihkan perjuangan di pedalaman, setelah sebagian besar kapal ditenggelamkan dan hampir semua pangkalan digempur oleh kekuatan militer Belanda dan Sektunya. Sebutan ALRI Gunung kemudian melekat pada diri mereka. Namun tekad untuk kembali berperan di mandala laut tidak pernah surut. Dalam masa sulit selama Perang Kemerdekaan, ALRI berhasil membentuk Corps Armada (CA), Corps Marinier (CM), dan lembaga pendidikan di berbagai tempat. Pembentukan unsur – unsur tersebut menandai kehadiran aspek bagi pembentukan Angkatan Laut yang modern.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password