Obat Terlarang Marak Beredar di Bandung Barat, Apotek Bandel Siap-siap Disegel

Obat Terlarang Marak Beredar di Bandung Barat, Apotek Bandel Siap-siap Disegel 18
Menjual obat-obatan tanpa resep dokter, apotek di Bandung Barat terancam disegel/Bosscha.id

Bosscha.id– Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat terus meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah apotek yang beroperasi di Kabupaten Bandung Barat untuk mencegah perederan obat-obatan terlarang. Apotek yang menjual obat-obatan tanpa disertai resep dokter terancam diberikan sanksi tegas berupa penutupan.

“Untuk menindak apotek yang terindikasi melanggar aturan, kami memang baru sebatas memberi peringatan. Sebab untuk menutup, kewenangannya ada di dinas dan instansi lain. Namun, kami lakukan pemantauan secara rutin dan juga setiap ada laporan dari masyarakat langsung kami tindaklanjuti,” ujar Kepala Dinas Kesehatan KBB Hernawan Widjajanto, Kamis (5/9/2019).

Saat ini, tercatat 128 apotek dan 39 toko obat di Bandung Barat. Namun menurut Hernawan, Dinkes KBB tidak bisa memantau jumlah penjualan obat secara keseluruhan. Sebab, apotek hanya berkewajiban melaporkan penjualan obat yang mengandung psikotropika dan narkotika atau yang berlabel lingkaran merah.

Obat Terlarang Marak Beredar di Bandung Barat, Apotek Bandel Siap-siap Disegel 19
Bosscha.id

Hernawan menuturkan, sesuai dengan aturannya, penjualan obat di apotek ataupun toko obat bersifat terbatas. Obat yang bertanda lingkaran merah, hanya boleh dijual dengan resep dokter.

“Yang bertanda biru hanya dijual di apotek, sedangkan yang bertanda hijau bisa dijual di toko obat.Pada tahun lalu, ada beberapa apotek yang terindikasi menjual obat tanpa mengindahkan aturan. Apotek-apotek itu menjual obat tanpa resep dokter hingga melayani pembelian obat dalam jumlah banyak,” ungkapnya.

Baca Juga:   Nasib Pasar Tagog Padalarang di Bandung Barat Semakin Menggantung

Dengan demikian, menurut Hernawan kondisi itupun sering kali disalahgunakan pembeli untuk membeli obat murah dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu ia meminta agar para pemilik toko obat dan apotek menaati peraturan dalam penjualan obat-obatan, seperti tidak menjual obat kedaluwarsa, obat palsu, ataupun menjual obat tertentu dalam jumlah yang banyak.

“Untuk mengawasi peredaran obat, kami juga berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan setempat.Pemantauan ini untuk mengantisipasi obat-obatan yang tidak layak ataupun kedaluwarsa. Kami secara rutin memeriksa administrasi distribusi obat sekaligus kebersihan toko obat dan apotek yang beroperasi,” tegasnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password