Sejarah 5 September : Wafatnya Sang Legenda, Benyamin S

Sejarah 5 September : Wafatnya Sang Legenda, Benyamin S 18
Potret Benyamin Sueb sebagai salah satu seniman Betawi. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Bicara soal Benyamin S, siapa yang tak kenal dengan sosok seniman multi talenta satu ini. Semasa hidupnya sosok legendaris ini telah menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film telah Ia bintangi.

Benyamin meninggal pada usia 56 tahun, tepatnya pada tanggal 5 Sepetember 1995. Beliau meninggal akibat serangan jantung seusai bermain sepak bola, sebelum akhirnya meninggal Ia sempat koma beberapa hari.

Dimasa-masa akhir usianya, Ia masih tetap berkarya di dunia panggung hiburan dan seni. Selain bermain sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) Ia juga sempat merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan dalam album tersebut.

Karir seni Benyamin dimulai pada tahun 1957, saat itu beliau masih duduk di bangku SMA. Ia memberanikan diri untuk terjun dalam dunia musik, dengan bergabung dengan grup Melodyan Boys yang kemudian berganti nama menjadi Melodi Ria. Tak jauh  beda dengan anak remaja jaman sekarang yang cenderung lebih suka dengan lagu-lagu dari barat. Saat itu pun Benyamin lebih suka memainkan musik-musik beraliran Jazz, Rock, dan Blues yang sudah jelas itu musik produk import. Kala itu Ia bermain musik bersama Jack lesmana, Rahmat Kartolo, dan Bill saragih.

Sejarah 5 September : Wafatnya Sang Legenda, Benyamin S 19
Karir Benyamin Sueb di dunia Hiburan/ Bosscha.id

Pada tahun 60-an, keluar larangan dari Presiden Soekarno untuk tidak memainkan musik Ngak Ngik Ngok yang berasal dari kebudayaan barat. Larangna itu pun sempat membuat Benyamin meninggalkan dunia musik untuk beberapa lama. Tapi karena darah seni yang kuat, hasrat berkaryanya tak bisa dibendung. Dilarang memainkan musik dari kebudayaan asing, itu membuatnya melirik budayanya sendiri, Betawi. Dan justru dari sanalah awalnya Iamuali dikenal banyak orang hingga saat ini.

Baca Juga:   Sejarah 18 September : Meninggalnya Sang Legenda, Jimi Hendrix

Tahun 1968 Ia mulai nekat menembus dapur rekaman, alhasil lagunya yang berjudul Nonton Bioskop yang liriknya ditulis oleh Bing Slamet, meledak di pasaran. Saat itu lah namanyamulai berkibar di dunia hiburan tanah air.

Pada tahun 1970, Ia mulai bergabung dengan Naga Mustika, grup musik yang berdomisili di sekitar Cengkareng. Itulah yang mengantarkan namanya jadi salah satu penyanyi terkenal. Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi kolaborasi penyanyi paling populer pada zamannya.

Berkat popularitas di dunia musik, Benyamin pun mulai mendapatkan tawaran bermain film.
Ia terlibat dalam film-film seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), dan Intan Berduri (1972) yang membuatnya mendapat Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik. Di tahun yang sama, Si Doel Anak Betawi yang disutradarai Sjumanjaya semakin melambungkan namanya di jagat hiburan tanah air.

Setelah sukses menjadi aktor dan penyanyi, Benyamin kembudian membuat media sendiri untuk menampung hasrat berkaryanya. Di akhir tahun 90-an, Ia mendirikan Radio bernama Bens Radio. Pada awal kemunculannya Bens Radio berada di gelombang AM 486, dan mulai mengudara pada bulan Desember 1990. Dibentuknya radio ini bertujuan untuk memasyarakatkan budaya Betawi. Dan radio ini menjadi salah satu peninggalannya sebelum wafat, lima tahun kemudian.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password