Di Tengah Memanasnya Perang Dagang, Rupiah Diprediksi Menguat

Jelang Rilis Data Inflasi Maret, Rupiah Menguat Tipis
Ilustrasi: Setkab.go.id/

Bosscha.id– Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Rabu diprediksi menguat di tengah kembali memanasnya perang dagang Amerika Serikat dan China.

Dilaporkan Kantor Berita Antara, pada pukul 9.55 WIB, rupiah menguat 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.208 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.228 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Rabu mengatakan rupiah akan positif di tengah indeks dolar yang diperkirakan melemah terhadap mata uang kuat lainnya disebabkan perang dagang.

“Rupiah kemungkinan menguat akibat pelemahan “dollar index” tersebut,” ujar Ahmad.

Pelemahan dolar didorong oleh kekhawatiran investor akan pertumbuhan ekonomi AS di triwulan ketiga setelah data ISM manufacturing AS bulan Agustus menunjukkan kontraksi menjadi 49,1 dari sebelumnya 51,2.

“Perang dagang yang semakin memanas antara AS-China dikhawatirkan pelaku pasar akan semakin menekan ekonomi AS,” kata Ahmad.

Ahmad memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak menguat di kisaran Rp14.180 per dolar AS hingga Rp14.190 per dolar AS.

Baca Juga:   Pengamat: Tak Perlu Dewan Pengawas KPK

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password