Sejarah 3 September : Lahirnya Sang Legenda Hidup, Iwan Fals

Iwan Fals tetap aktif berkarya dan tak mengenal kata tua. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Hari ini 58 tahun yang lalu, Virgiawan Listanto atau akrab dipanggil Iwan Fals lahir ke dunia. Iwan merupakan salah satu legenda hidup musik Tanah Air, penggemarnya yang tergabung dalam sebuah komunitas yang bernama OI tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia.

Karya-karyanya tak termakan usia, banyak disukai oleh lintas generasi, dari Gen X hingga Z. Melihat fenomena ini, tak heran jika Iwan pernah dianugerahi Legend Awards dalam ajang Penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award pada tahun 2003.

Iwan banyak digemari orang dari kalangan akar rumput, karena lagu-lagunya yang berhasil memotret dan menginterpretasikan keadaan sosial yang terjadi dan dialami oleh sebagian besar kaum marjinal. Lagu dan lirik  yang berisi tema-tema sederhana namun memiliki makna yang mendalam berhasil memikat banyak penggemarnya dari kalangan masyarakat bawah.

Berbanding terbalik dengan itu, Iwan malah tidak disukai oleh kaum elit. Terutama dari kalangan pemerintahan. Pasalnya tak sedikit lagu-lagunya yang keras mengkrititisi pemerintahan pada waktu itu. Tumbuh dan besar pada era orde baru yang otoriter, menjadikan Iwan banyak “dijegal” oleh oknum-oknum elit kala itu. Tak jarang pertujukan atau konser-konser Iwan kala itu dibubarkan oleh pihak-pihak yang tak menginginkan Ia tampil, karena dianggap berpotensi melahirkan embrio-embrio perlawanan terhadap pemerintah.

Karir Iwan semakin melejit ketika ia bergabung dengan kelompok musik SWAMI yang terdiri dari Sawung JaboNaniel, Nanoe, Inisisri, Jockie Suryoprayogo, Toto Tewel dan disponsori oleh Setiawan Djodi. Iwan bersama SWAMI kemudian merilis album dengan single andalan “Bento” dan “Bongkar” (1989). Kedua lagu tersebut menjadi hits yang fenomenal di kalangan masyarakat saat itu.

Baca Juga:   Sejarah 28 Oktober: Kongres Pemuda, Kali Pertama Lagu Indonesia Raya Berkumandang

Ayah dari 3 anak ini juga bergabung bersama kelompok ‘Kantata Takwa’ yang kala itu berisi seniman-seniman kawakan Indonesia seperti Sawung Jabo, Jockie Suryoprayogo, Setiawan Jodi dan W.S Rendra. Kantata Takawa berhasil mengadakan konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), 1990. Bahkan konser tersebut disebut-sebut sebagai konser musik terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Karir musik Iwan sempat terhenti, pasca anak pertamanya, Galang Rambu Anarki, meninggal dunia pada April 1997. Sejak saat itu Iwan hiatus dari dunia musik dan lebih memilih untuk menyibukkan diri dengan melukis atau berlatih bela diri.

Kembalinya Iwan ke blantika musik Indonesia, ditandai dengan dirilisnya album ‘Suara Hati’ (2002). Dalam album tersebut terdapat lagu ‘Hadapi Saja’ yang mengisahkan tentang perasaan Iwan saat kehilangan putra pertamanya itu. Setelah itu ia kembali produktif merilis beberapa album seperti ‘Manusia Setengah Dewa’ (2004), ‘Iwan Fals in Love’ (2005), ‘Untukmu Terkasih’ (2009), dan yang terbaru pada tahun 2019 ini Iwan kembali merilis album terbarunya yang berjudul ‘Rosana’. Album terbarunya ini didedikasikan khusus untuk sang istri. Sepanjang karir bermusiknya Iwan telah merilis hampir 40 album.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password