Mengapa Memberikan ASI Eksklusif untuk Anak Penting?

Pentingnya memberikan ASI Ekslusif pada anak. Bosscha.id

Bosscha.id-Proses melahirkan si buah hati adalah salah satu perjuangan berat bagi seorang ibu. Tak hanya berhenti sampai disitu, masih ada lagi perjuangan panjang yang harus dilalui oleh ibu. Yaitu proses menyusui, atau memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif bagi si buah hati selama 6 bulan, sebelum nantinya akan dibantu oleh Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Mengapa memberi ASI eksklusif itu menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena efek yang dihasilkan dari menyusui itu sangat luar biasa, baik untuk ibu maupun si buah hati.

Bagi si buah hati sendiri, ASI eksklusif adalah satu-satunya sumber makanan yang paling baik, bagi tumbuh kembangnya. Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh ibu, memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi, seperti vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak. Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula. Tak hanya baik untuk bayi, pemberian ASI eksklusif pun sangat baik bagi ibu. Kali ini bosscha.id akan berbagi 10 manfaat memberikan ASI ekslusif bagi si buah hati dan ibu.

1. Membuat Si Kecil Jadi Lebih Cerdas

Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, hubungan emosional antara Ibu dan Si Kecil yang terjalin selama proses menyusui akan turut memberi kontribusi positif bagi kecerdasan. Berbagai penelitian juga menunjukkan hasil yang mendukung pernyataan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif, dominan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.

2. Baik Untuk Tulang Si Kecil

Bayi yang diberi susu selama tiga bulan atau lebih, memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang diberikan ASI kurang dari tiga bulan atau tidak sama sekali. Karena itu ASI eksklusif berperan penting dalam menunjang pertumbuhan tulang bayi menjadi lebih kuat.

3.Sistem Imun Bayi Jadi Lebih Kuat

ASI mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh yang bisa membantu melawan bakteri dan virus. Dengan begitu, bayi yang diberi ASI memiliki risiko lebih kecil untuk terserang penyakit, seperti diare, asma, alergi, infeksi telinga, infeksi saluran pernafasan, konstipasi, dan meningitis. Bayi yang diberi ASI juga meiliki risiko lebih rendah untuk mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 pada kemudian hari, ketimbang bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.

4. Si Kecil Memiliki Berat Badan Ideal

Si Kecil akan berpeluang lebih untuk tumbuh dengan bobot tubuh yang normal jika diberi ASI eksklusif. Mengapa bisa demikian?, Para ahli mengemukakan bahwa ASI lebih sedikit merangsang produksi insulin ketimbang susu formula. Hormon insulin sendiri dapat memicu pembentukan lemak. Maka, ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak pada bayi. Selain itu, bayi yang diberi ASI juga memiliki kadar leptin lebih tinggi. Leptin adalah hormon yang memiliki peranan dalam menimbulkan rasa kenyang.

5. Mengurangi Resiko Sudden Infant Death Syndrom (SIDS)

Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) adalah sindrom kematian mendadak pada bayi sehat yang berusia di bawah 1 tahun tanpa ada gejala apapun sebelumnya. SIDS sering kali disebut sebagai crib death (kematian ranjang bayi) dan menyerang 1 dari 100.000 bayi terutama pada usia 2-4 bulan. Dan dengan memberikan ASI eksklusif, mampu mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat Si Kecil tidur. Penelitian menunjukkan bahwa efek ASI dalam mengurangi risiko terjadinya SIDS baru akan terlihat jika ASI diberikan secara eksklusif minimal 2 bulan.

Baca Juga:   Turki Kutuk Charlie Hebdo soal Karikatur Cabul Erdogan

6. KB Alami

Ketika sedang menyusui, Ibu tak perlu bingung dengan program Keluarga Berencana (KB) apa yang harus digunakan. Karena secara tidak langsung Ovulasi bisa terhambat ketika Ibu memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda disarankan untuk siap menyusuinya kapanpun ketika dia membutuhkan.

Beragam manfaat ASI Untuk Ibu dan Anak/ Bosscha.id

7. Mengurangi Pendarahan

Hormon oksitoksin yang keluar saat menyusui juga dapat membantu rahim berkontraksi. Hal ini bisa mengurangi risiko perdarahan rahim usai persalinan, sekaligus mempercepat kembalinya bentuk rahim seperti semula, sebelum hamil.

8. Mengurangi Risiko Depresi Pasca Melahirkan

Para ahli mengatakan bahwa ibu yang menyusui bayi memiliki kemungkinan 50 persen menderita depresi setelah melahirkan atau baby blues. Dan, baby blues itu sendiri mempengaruhi sekitar 1 dari 10 perempuan. Dan dengan menyusui risiko itu akan lebih kecil terjadi, sebab dengan rajin memberi ASI eksklusif, akan mempererat hubungan batin antara Ibu dan anak. Dengan begitu ikatan emosioanal Ibu dan anak akan semakin kuat, sehingga akan mengurangi risiko stress dan depresi.

9. Menjaga Kesehatan Jantung

Ibu yang sedang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah terkena penyakit kardiovaskuler. Sebaliknya, risiko penyakit tersebut lebih banyak ditemukan pada ibu yang tidak menyusui lebih dari tiga bulan. Pemberian ASI juga dapat menurunkan kadar kolesterol trigliserida yang mengalami kenaikan akibat perubahan pola makan dan kenaikan badan saat kehamilan.

Bagi ibu yang sedang menyusui, manfaat lain yang baik untuk kesehatan adalah naiknya kadar lemak baik di dalam tubuh. Proses menyusui juga dapat menurunkan tekanan darah karena dapat menghasilkan rasa ketenangan dari hormon oksitosin yang juga berperan dalam mengendalikan stres.

10. Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Proses menyusui diketahui dapat menurunkan dua jenis kanker, yaitu kanker payudara dan kanker ovarium. Manfaat menyusui terhadap perlindungan dari kanker payudara sudah banyak dibuktikan oleh penelitian, bahkan dalam suatu studi, penyakit kanker payudara yang bersifat genetik juga mengalami penurunan risiko ketika seorang wanita itu menyusui.

Meskipun demikian, mekanisme terkait hal tersebut belum dapat diketahui secara pasti. Terdapat kemungkinan hal tersebut berkaitan dengan kondisi hormonal seorang perempuan di mana berhentinya siklus menstruasi pasca melahirkan dapat menurunkan kadar estrogen berlebih dan menurunkan risiko kanker payudara.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password