Sejarah 31 Agustus: Tragedi Meninggalnya Lady Diana

Putri Diana Bersama Pangeran Harry, Anak Keduanya Dari Pangeran Charles, (Dok.Hello Magazine)

22 tahun silam, tepat pada tanggal 31 Agustus 1997, Putri Diana meninggal dunia. Princess of Wales itu meninggal dengan tragis dalam sebuah kecelakaan di terowongan Pont de L’alma, Paris, Prancis. Kecelakaan itu terjadi tepat 1 tahun setelah Putri Diana dan Pangeran Charles bercerai.

Putri Diana yang kala itu ada di dalam mobil bersama kekasihnya Dodi al-Fayed, pengawal Putri Diana Trevor Rees-Jones, dan dikemudikan oleh sopir yang bernama Henri Paul. Waktu itu mobil Mercedes-Benz S280 bertolak dari Hotel Ritz Paris, Henri Paul mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi yang bertujuan untuk menghindari kejaran para fotografer paparazzi.

Waktu itu Henri Paul berhasil melintasi 13 tiang terowongan, tetapi kemudian kehilangan kendali. Ini disebabkan karena terowongan itu dibuat tanpa pagar logam. Semua yang berada dalam mobil tersebut tidak memakai sabuk pengaman. Dodi dan Henri meninggal di tempat kejadian, sedangkan dalam 2 jam setelah dioperasi di rumah sakit, Putri Diana meninggal sekitar jam 4 pagi. Anehnya pengawal pribadi Putri Diana yang bernama Trevor Rees-Jones, menjadi satu-satunya korban yang selamat. Kemudian jasad Putri Diana dimakamkan pada 6 September 1997.

Biaografi Putri Diana, Bosscha.id

Kematian Lady Di atau Putri Diana masih menyisakan banyak misteri. Banyak pihak yang beranggapan bahwa Henri Paul mengemudi dalam pengaruh alkohol. Bahkan kabarnya analisis darah menunjukkan bahwa terdapat kadar alkohol pada tubuh Henri Paul. Bahkan setelah 18 bulan penyelidikan di Perancis, kematian Diana disimpulkan sebagai sebuah kecelakaan karena Paul yang mabuk saat mengemudi dengan kecepatan 65 mph.

Tapi kabar itu dimentahkan oleh beberapa pihak lain yang beranggapan bahwa kematian Putri Diana dan kekasihnya sudah diatur dan direncanakan oleh pihak kerajaan Inggris, karena ada beberapa keganjilan yang terjadi, seperti banyak saksi mata mengatakan kepada pihak penyelidik dan media bahwa terdapat kilatan cahaya yang mereka lihat di gerbang masuk terowongan hanya beberapa detik sebelum Mercedes maut itu mengalami kecelakaan. Sejumlah orang mempertanyakan apakah kilatan cahaya itu disengaja untuk membuat Paul Henri tak dapat melihat dengan jelas sehingga ia kehilangan kontrol.

Baca Juga:   Sejarah 27 Oktober: Dimulainya Kongres Pemuda II yang Jadi Pemantik Lahirnya Sumpah Pemuda

Mohamed al Fayed, ayah dari korban Dodi al Fayed juga menduga bahwa pasangan kekasih itu dibunuh oleh pihak keamanan Inggris berdasarkan perintah Pangeran Philip yang tidak ingin Putri Diana hamil seorang anak dari Dodi, yang adalah seorang muslim.

Namun, klaim tersebut juga ditolak mentah-mentah para sahabat Lady Di. Mereka menyebutnya omong kosong belaka. Dr John Burton CBE, pakar koroner kerajaan dari Royal Household, adalah satu dari segelintir ahli yang menyaksikan pemeriksaan postmortem jasad Diana saat ia dipulangkan ke Inggris. Menurut dia, tak ada bukti yang mengarah bahwa Diana tengah hamil saat meninggal dunia.

“Aku sama sekali tak habis pikir dengan apa yang mereka ingin katakan,” kata dia. “Satu-satunya laporan medis yang mendukung klaim itu dibuat oleh Al Fayed (ayah Dodi), yang datang dari seseorang yang sama sekali tak melihat jasad Diana,” ujar Burton.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password