Sejarah 26 Agustus: Meletusnya Gunung Krakatau

Jejak Letusan Gunung Krakatau, (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Hari ini 136 tahun yang lalu, atau pada 26 Agustus 1883 telah terjadi bencana yang begitu dahsyat. Pada hari itu Gunung Krakatau meletus, yang menewaskan sekitar 36.000 jiwa akibat awan panas dan tsunami. Dan suara letusannya terdengar sampai ke Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, yang jaraknya sekitar 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Krakatau atau Rakata adalah sebuah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda, yang letaknya antara Pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini juga disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusan kataklismik pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Dan saat ini, lokasi tersebut menjadi kawasan cagar alam, dan memiliki empat pulau kecil, diantaranya: Pulau Rakata, Pulau Anak Krakatau, Pulau Sertung, dan Pulau Ranjang (Rakata Kecil). Berdasarkan kajian geologi, semua pulau ini berasal dari sistem gunung berapi tunggal Krakatau yang pernah ada di masa lalu.

Letusan Krakatau pada waktu itu juga menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai beberapa tahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Berapi Taupo di Selandia Baru dan Gunung Katmai di Alaska. Namun ketika gunung-gunung tersebut meletus, pada saat itu populasi manusia masih sangat sedikit.

Letusan Krakatau Menutupi Atmosfer/Bosscha.id

Lain dengan krakatau ketika meletus, saat itu populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada waktu krakatau meletus, saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat. Maka sejarah mencatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

Baca Juga:   Penerimaan Delapan Sektor Pajak di KBB Turun

Tanda-tanda bahwa Krakatau akan mengguncang bumi sebenarnya sudah terlihat sejak bulan Mei 1883. Hal itu terlihat dari aktivitas gunung api Perbuwatan di Pulau Rakata besar yang mengeluarkan asap, uap, dan dentuman. Kondisi itu sudah terpantau sejak 20 Mei 1883. Anehnya, kondisi itu disambut dengan riang gembira oleh penduduk sekitar serta wisatawan yang umumnya adalah warga asing. Penyewaan kapal meningkat dan tiket untuk menyaksikan aktivitas vulkanik di Pulau Krakatau itu cepat terjual.

Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama. Karena pada tanggal 26 Agustus 1883, pukul 12.53, letusan permulaan menyemburkan awan gas yang bercampur material vulkanik setinggi 24 kilometer di atas Gunung Perbuwatan. Dan klimaksnya adalah ledakan maha dahsyat yang terjadi pada 27 Agustus 1883 pukul 10.02 pagi. Empat ledakan dahsyat yang terjadi membuat tuli orang-orang yang berada relatif dekat dengan Krakatau.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password