Bandung Barat Kekurangan Pustakawan

Tenaga pustakwan di Bandung Barat masih kurang/ Bosscha.id

Bosscha.id– Kabupaten Bandung Barat hingga kini masih kekurangan tenaga pustakawan. Padahal pustakawan sangat dibutuhkan untuk memajukan dunia literasi di KBB.

Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) KBB Wildan Awaludin mengatakan, dengan masih kurangnya tenaga pustakawan, sehingga pengelolaan perpustakaan desa (perpusdes) dan TBM di sejumlah desa tidak maksimal.

“Relawan di lapangan masih ada yang memilik semangat dan rela tidak dibayar. Namun tetap saja itu sulit. Intinya kembali lagi pada sumber daya manusia,” kata Wildan kepada Bosscha.id, Jumat (16/8/2019).

Menurut Wildan, kekurangan pustakawan bisa diselsaikan dengan cara menyiapkan kader-kader dengan pendidikan dan pelatihan untuk menjadi pustakawan. Disamping itu, juga dibutuhkan peran-peran aktif mulai dari pegiat literasi, pemerintah dan pemerintahan di masing-masing desa. 

“Harapannya terlibatnya dari berbagai sektor itu, bisa menemukan solusi terbaik,” kata Wildan.

Bandung Barat kekurangan tenaga pustakawan/Bosscha.id

Wildan juga mengatakan selain kekurangan pustakawan, yang menjadi masalah untuk dunia literasi di Bandung Barat masih minimnya koleksi buku bacaan, walaupun selama ini bantuan koleksi buku dari dinas terkait sebetulnya sudah diberikan ke sejumlah Perpusdes dan TBM. 

“Namun, buku yang diberikan tidak beragam. Sementara masyarakat membutuhkan bacaan-bacaan yang beragam. Ibu-ibu misalnya, mereka sangat menggemari bacaan buku tentang masakan, yang pasti setiap bantuan buku bisa disesuaikan dengan kebutuhan bacaan masyarakat,” terang Wildan.

Meski demikian, Wildan mengatakan minat baca masyarakat di Bandung Barat sedikit-sedikit mulai meningkat. Terlebih, pemerintah daerah sudah mulai memperhatikan terhadap dunia literasi di Bandung Barat.

Baca Juga:   Paket Bansos Beras Tahap 2 di KBB Mulai Disalurkan Hari Ini

“Selain itu, faktor lainnya adalah menyusul gerakan-gerakan literasi di setiap desa, diantaranya adanya gerakan variatif. Membaca dan praktek hasilnya pun positif,” katanya.

Lebih lanjut Wildan menambahkan, dengan perkembangan teknologi yang cukup masif, itu juga berdampak positif pada meningkatnya minat baca masyarakat.

“Di era digitaliasi informasi begitu cepat, hasilnya cukup mempengaruhi masyarakat, termasuk dalam hal baca-membaca,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga masih kekurangan tenaga arsiparis. Padahal, saat ini tenaga arsiparis sangat dibutuhkan untuk penataan arsip di Kabupaten Bandung Barat.

Bandung Barat kekurangan tenaga arsiparis/ Infografis Bosscha.id

Kapala Seksi Akusisi dan Pengolahan Arsip pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan KBB, Fenny Puspa Dewi mengakui dengan kondisi tersebut membuat penataan kearsipan di KBB selama ini belum maksimal.

“Hampir di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Bandung Barat itu belum memiliki arsiparis. Sekarang arsiparis ini hanya ada satu orang, itupun yang berada di kantor kita. Agar maksimal, memang idealnya setiap OPD ini memiliki arsiparis,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password