Yuk Simak, Ini 5 Fakta Tentang Bendera Merah Putih yang Harus Anda Tahu

Yuk Simak, Ini 5 Fakta Tentang Bendera Merah Putih yang Harus Anda Tahu 18
Bendera Merah Putih Biasa Dikibarkan Saat Upacara, (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Menjelang Hari Ulang Tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang akan diperingati sebentar lagi. Semua lapisan masyarakat menyambutnya dengan suka cita, mulai dari memasang bendera merah putih di depan rumah hingga mendadani gapura di gang-gang pemukiman.

Bendera merupakan lambang negara yang menjadi identitas dari suatu bangsa, setiap negara tentunya memiliki filosofi mengenai benderanya masing-masing. Begitu pula dengan negara kita. Bendera Indonesia yang terdiri dari warna merah dan putih sendiri memiliki makna, merah menggambarkan keberanian serta putih yang melambangkan kesucian. Selain itu warna merah juga melambangkan raga manusia, sementara warna putih melambangkan jiwa dari manusia.

Berbicara mengenai Bendera Indonesia, kita selaku warga negara sudah sepatutnya mengetahui sejarah bendera merah putih, yang menjadi simbol bangsa kita. Tapi, tahukah kita bagaimana asal usul dan fakta menarik tentang bendera bangsa kita?. Baiklah, kali ini bosscha.id akan berbagi 5 fakta menarik tentang bendera merah putih.

Memiliki Sebutan Lain

Ternyata bendera Indonesia itu memiliki tiga sebutan nama yang berbeda yaitu, Bendera Pusaka, Sang Saka Merah Putih, Sang Merah Putih/Sang Dwiwarna. Bukan tanpa makna, nama-nama tersebut tentu memiliki arti tersendiri. Sebagai warga negara Indonesia, kita tentu harus mengetahui ketiga sebutan tersebut agar penggunaannya sesuai dengan artinya.

Sebutan Sang Saka Merah Putih sering digunakan sebagai sebutan bagi bendera merah putih sebagai bendera dan simbol negara Indonesia. Sementara itu, Sang Dwiwarna atau Sang Merah Putih merupakan sebutan yang biasa digunakan saat pengibaran bendera pada momen upacara bendera dan Bendera Pusaka ditunjukkan untuk bendera merah putih pertama, yang dijahit oleh Ibu negara Indonesia pertama, yaitu Ibu Fatmawati.

Dibuat Menggunakan Bahan Khusus

Bahan dasar untuk membuat bendera merah putih saat ini tentunya berbeda dengan bendera merah putih yang pertama kali dibuat. Pada masa itu, bahan kain yang sering digunakan oleh bendera-bendera negara adalah katun Jepang.

Kain ini memiliki warna yang glossy atau mengkilap dan tergolong kedalam kwalitas bahan premium, sehingga dipercaya awet dan tahan lama. Selain itu, katun jepang juga memiliki tekstur yang lembut. Tidak heran jika kain ini banyak digunakan sebagai bahan dasar bendera-bendera negara di dunia, termasuk juga bendera bangsa kita.

Baca Juga:   Sang Kaisar Mongol, Penguasa Asia Tenggara dan Eropa Tengah, Siapakah Kubilai Khan?

Kondisi Bendera Pusaka Saat Ini

Bendera Merah Putih atau juga biasa disebut dengan Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan pada Hari Proklamasi. Selanjutnya, bendera tersebut terus dikibarkan setiap hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia sejak tahun 1946 sampai tahun 1968.

Yuk Simak, Ini 5 Fakta Tentang Bendera Merah Putih yang Harus Anda Tahu 19
Fakta Menarik Dibalik Bendera Merah Putih, Bosscha.id

Pada tahun 1968, Sang Saka Merah Putih yang asli sudah tidak pernah lagi dikibarkan karena kondisinya yang sudah tidak lagi baik. Bendera Merah Putih tersebut sempat robek pada ke dua bagian ujungnya. Pada bagian bendera yang berwarna merah robek sebesar 15×47 cm dan bagian warna putih robek sebesar 12×42 cm. Tak hanya itu, terdapat juga bolong-bolong kecil karena gigitan serangga dan jamur yang disebabkan terlalu lama dilipat. Karena faktor usia pula, bendera pertama ini di sekitar lipatan warnanya menjadi pudar.

Dijahit Langsung Oleh Tangan Ibu Negara

Pembuatan bendera merah putih memiliki cerita yang panjang. Selain terinspirasi dari panji kerajaan Majapahit dan pemilihan warna bendera yang memiliki makna filosofis mendalam.

Proses pembuatan bendera merah putih ini juga cukup menarik. Bendera merah putih dijahit oleh tangan seorang wanita. Yang mana wanita tersebut adalah Ibu Fatmawati, istri dari presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Melalui tangan beliau itulah dua warna bendera merah putih ini disatukan untuk kemudian dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan. Bendera merah putih pertama kali dibuat dengan ukuran 276 x 200 cm.

Bendera Pusaka Tetap Hadir Ketika Upacara Peringatan Kemerdekaan

Meskipun kondisinya sudah usang, namun Bendera Merah Putih pertama tersebut tetap dihadirkan pada saat Upacara Kemerdekaan di Istana Merdeka setiap tahunnya. Bendera pusaka yang asli itu akan dibawa oleh salah seorang pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) dengan menggunakan sebuah baki. Kemudian, orang yang membawa baki tersebut membawa bendera pusaka ke Presiden RI untuk kemudian ditukarkan dengan duplikatnya, lalu bendera duplikat itu lah yang kemudian dikibarkan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password