Sejarah 15 Agustus : Kesepakatan Damai Indonesia dan GAM

Sejarah 15 Agustus : Kesepakatan Damai Indonesia dan GAM 19
Gerakan Aceh Merdeka Dan Indonesia Mencapai Kesepakatan Damai. (Dok. Kontan.id)

Bosscha.id-Hari ini 14 tahun silam, telah terjadi peristiwa bersejarah bagi Indonesia, khususnya bagi tanah Aceh. Pasalnya pada tanggal 15 Agustus 2005, telah tercapainya kesepakatan damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang sudah sekian lama terlibat dalam konflik berkepanjangan.

GAM sendiri adalah sebuah organisasi separatis yang didirikan oleh Dr. Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Tujuan GAM sendiri adalah, ingin supaya Aceh lepas dari NKRI. Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya kurang lebih 15.000 jiwa. Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF).

Pada 4 Desember 1976 inisiator Gerakan Aceh Merdeka Hasan di Tiro dan beberapa pengikutnya mengeluarkan pernyataan perlawanannya terhadap pemerintah RI yang dilangsungkan di perbukitan Halimon di kawasan Kabupaten Pidie. Pada awal pergerakannya, nama resmi yang digunakan adalah AM atau Aceh Merdeka.

Perlawanan represif bersenjata gerakan tersebut mendapat sambutan keras dari pemerintah pusat RI yang akhirnya menggelar sebuah operasi militer di Provinsi Daerah Istimewa Aceh yang dikenal dengan DOM (Daerah Operasi Militer) pada paruh akhir 80-an sampai dengan penghujung 90-an, operasi tersebut telah membuat para aktivis AM terpaksa melanjutkan perjuangannya dari daerah pengasingan.

Disaat runtuhnya rezim Orde Baru dan reformasi dilangsungkan di Indonesia, seiring dengan itu pula Gerakan Aceh Merdeka kembali eksis dan mulai menggunakan nama GAM sebagai identitas organisasinya.

Konflik berkepanjangan antara pemerintah RI dengan GAM terus berlangsung sampai pada akhirnya pemerintah menerapkan status Darurat Militer di Aceh pada tahun 2003, setelah melalui beberapa proses dialog yang selalu gagal mencapai solusi. Akibat konflik berkepanjangan tersebut, sedikit banyak telah menekan aktivitas bersenjata yang dilakukan oleh GAM, banyak diantara aktivis GAM yang melarikan diri ke luar daerah Aceh dan luar negeri.

Baca Juga:   Sejarah 24 Agustus: Pertama Kalinya TVRI Mengudara
Sejarah 15 Agustus : Kesepakatan Damai Indonesia dan GAM 20
Jalan Panjang GAM Sebelum Mencapai Kesepakatan Damai, Bosscha.id

Terjadinya bencana alam besar,gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 telah memaksa pihak-pihak yang bertikai untuk kembali ke meja perundingan atas inisiasi dan mediasi oleh pihak internasional. Lalu Pada 27 Februari 2005, pihak GAM dan pemerintah RI memulai tahap perundingan di Vantaa, Finlandia. Mantan presiden Finlandia Martti Ahtiahsaari berperan sebagai fasilitator pada waktu itu.

Setelah melakukan perundingan selama 25 hari, terhitung sejak tangga 17 Juli 2005, akhirnya tim perunding Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM di Vantaa, Helsinki, Finlandia. Penandatanganan nota kesepakatan damai dilangsungkan pada 15 Agustus 2005.

Berdasarkan perjanjian damai tersebut, Aceh akan menerima otonomi khusus di bawah Republik Indonesia, dan tentara non-organik (tentara beretnis non-Aceh) akan ditarik dari provinsi Aceh (hanya menyisakan 25.000 tentara), dan dilakukannya pelucutan senjata GAM.

Kemudian proses perdamaian ini dipantau oleh sebuah tim yang bernama Aceh Monitoring Mission (AMC), yang beranggotakan lima negara ASEAN dan beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Di antara poin pentingnya adalah bahwa pemerintah Indonesia akan turut memfasilitasi pembentukan partai politik lokal di Aceh dan pemberian amnesti bagi anggota GAM. Seluruh senjata GAM yang banyaknya mencapai 840 pucuk selesai diserahkan kepada AMM pada 19 Desember 2005. Kemudian pada 27 Desember, GAM melalui juru bicara militernya, Sofyan Dawood, menyatakan bahwa sayap militer mereka telah dibubarkan secara formal.

Dan misi AMM pun berakhir pada tanggal 15 Desember 2006, setelah sukses diadakannya pilkada atau pemilihan daerah gubernur Aceh yang pertama.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password