Sejarah 10 Agustus : Diresmikannya Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia

Sejarah 10 Agustus : Diresmikannya Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia 18
Sejarah jalur Kereta Api ertama Di Indonesia. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Pada pertengahan abad ke-19, modernisasi teknologi sedang terjadi di Belanda. Salah satunya adalah dalam bidang transportasi, yang jelas terlihat pada saat itu adalah dengan dimulainya penggunaan kereta api untuk pertama kali sebagai alat penghubung antar kota pada tahun 1842.

Keberhasilan perusahaan pembuat kereta api dalam mengeruk keuntungan dan animo publik yang semakin tinggi terhadap jenis transportasi ini, telah mendorong Pemerintah Belanda berpikir untuk juga menerapkannya di tanah Koloni Hindia Belanda. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung pengangkutan hasil bumi yang diproduksi lewat Tanam Paksa, sekaligus sebagai sarana politis untuk memperkuat kontrol pemerintah di pedalaman Jawa.


Tapi itu semua tak berjalan mulus, proses pembukaan jalur kereta api ini tidak mudah dilakukan di tanah koloni. Ada perdebatan antara siapa pelaku pertama, apakah pemerintah atau swasta. Mengingat pada masa itu posisi pemerintah kolonial masih sangat dominan, ada keberatan bila modal swasta mengelola jaringan kereta api. Namun, dengan kemunduran hasil Tanam Paksa sejak awal 1850-an, keuangan Negara tidak mampu menutup tuntutan modal.

Sebagai konsekuensinya, modal swasta harus dilibatkan. Melibatkan modal swasta memerlukan landasan hukum yang jelas untuk pengaturan semua kinerjanya. Oleh sebab itu, pada tahun 1866 untuk pertama kalinya dikeluarkan lah Undang-Undang tentang Perkeretaapian di Hindia Belanda.

Pasca dikeluarkan peraturan, masalah baru kembali muncul, yaitu mengenai jalur mana yang akan dipasang untuk pertama kalinya. Berdasarkan pertimbangan politik, dan ekonomi, Batavia-Buitenzorg dan Semarang-Vorstenlanden menjadi pilihan.

Kedua jalur ini dianggap memiliki arti penting karena menghubungkan lokasi strategis dalam struktur kolonial di Hindia Belanda. Namun demikian, mengingat sampai akhir 1860-an modal negara tidak siap untuk melakukan pembukaan, Pemerintah Belanda harus menerima partisipasi swasta untuk mewujudkan jaringan pada kedua jalur tersebut. 

Baca Juga:   Sejarah 15 Agustus : Kesepakatan Damai Indonesia dan GAM

Mengacu kepada Surat Keputusan Gubernur Jenderal Nomor 1, Tanggal 28 Agustus 1862, Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang dalam hal ini adalah perusahaan kereta api di Hindia Belanda, memperoleh konsesi untuk pembuatan jalan kereta api dari Semarang ke Surakarta dan Yogyakarta.

Persetujuan konsesi didasarkan pada kenyataan bahwa Semarang Selatan, Surakarta, dan Yogyakarta merupakan daerah penghasil komoditi ekspor seperti kayu, tembakau, dan gula yang harus dibawa ke pelabuhan Semarang.

Jalur rel kereta api pertama di Indonesia yang dibangun oleh NISM ini panjangnya mencapai 26 kilometer, dari Semarang hingga Tanggoeng (Purwodadi). Pelaksanaan pembangunan dimulai di desa Kemijen Semarang pada tanggal 17 juni 1864 .

Proses pembangunannya dipimpin oleh JP de Bordes dan diresmikan oleh Gubernur Jenderal HIndia Belanda , LAJ Baron Sloet van den Beele. Dan layanan kereta api mulai dibuka untuk umum pada tanggal 10 Agustus 1867, atau 152 tahun yang lalu. Jalur kereta api ini berada di Daerah Operasi IV Semarang. Jalur kereta api ini masih aktif, kecuali Stasiun Samarang yang ditutup pada tahun 1904.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password