Catat! 5 Tips Menyimpan ASI Agar Gizinya Terjaga

Pentingnya Menjaga Gizi ASI Biar Terjaga. (Dok.Istimewa)

Bosscha.id-Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan dapat meningkatkan imunitas bayi. ASI kaya akan nutrisi yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf bayi. Lalu bagaimana apabila ASI disimpan dalam waktu yang lama?.

ASI sebaiknya diberikan langsung kepada bayi dalam keadaan segar. Tetapi, dalam kondisi tertentu, misal jika si ibu sedang bekerja yang tak memungkinan untuk memberi ASI secara langsung. Maka memompa dan menyimpan stok ASI bisa menjadi solusi terbaik. Berikut beberapa tips untuk mengoptimalkan pemberian ASI selama Anda bekerja.

Lalu bagaimanakah cara yang tepat menimpan ASI agar kandungan gizinya bisa tetap terjaga, bahkan ketika disimpan dalam kondisi waktu yang lama. Berikut ini bosscha.id akan memberikan beberapa tipsnya.

Perhatikan Tempat Penyimpanan Air Susu

Tempat yang baik untuk penyimpanan air susu ibu adalah tempat berbahan kaca atau plastik dengan tutup yang kedap udara. Misalnya, botol susu dengan tutup yang rapat, atau kantong khusus ASI. Jangan gunakan kantong yang bukan khusus untuk ASI, karena dapat pecah ketika dibekukan di dalam freezer.

Membersihkan Tempat Penyimpanan Air Susu

Bersihkan botol atau wadah dengan air hangat dan sabun (usahakan gunakan sabun khusus untuk bayi). Kemudian bilas sampai bersih dengan air hangat atau disterilisasi dengan merebusnya seperti halnya mempersiapkan botol susu biasa. Lalu biarkan kering secara alami.

Berhati-hatilah untuk merebus tempat berbahan plastik, karena hanya plastik berlabel BPA-free yang aman bila terkena panas.

Cara Menyimpan Air Susu

  • Segera dinginkan ASI dalam waktu kurang dari 1 jam setelah dipompa dari payudara.
  • Berilah label tanggal dan jam penyimpanan supaya mudah diingat.
  • Cara menyimpan ASI yang baik adalah dengan membaginya dalam jumlah sedikit-sedikit, karena susu yang tidak habis akan dibuang dan tidak baik bila disimpan kembali.
  • Jangan mencampur ASI baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya.
  • Jangan mengisi ASI terlalu penuh pada tempatnya, sisakan ruang kosong sekitar 2,5 cm dari atas.

Suhu dan Waktu Penyimpanan Air Susu

Pada dasarnya dengan cara menyimpan ASI yang tepat, ASI dapat tahan selama 6-8 jam bila suhu ruangan kurang dari 25°C. Tapi apabila kurang dari suhu tersebut, ASI harus disimpan di dalam kulkas atau freezer. Untuk ibu yang bekerja di kantor, ASI dapat dipompa pada pagi hari lalu di simpan di dalam kulkas untuk kebutuhan selama bayi ditinggal bekerja. Bila di simpan pada kulkas bersuhu 4°C, ASI dapat disimpan maksimum 5 hari.

Baca Juga:   Bupati Aa Umbara: Kinerja Semua ASN KBB Bakal Dievaluasi
Tips Sederhana Cara Menyimpan ASI Yang Baik, Bosscha.id

ASI juga dapat dipompa ketika ibu berada di kantor lalu kemudian disimpan di dalam kulkas kantor hingga waktunya pulang ke rumah. Ketika perjalanan pulang ke rumah alangkah baiknya susu disimpan dalam Cooler Bag. Dan jangan lupa gunakan termometer kulkas untuk selalu memantau suhu kulkas atau freezer selama menyimpan ASI. Walaupun sangat jarang terjadi, kadang kita butuh menyimpan ASI dalam jangka waktu yang lebih lama. Bila dibekukan pada freezer bersuhu -15°C, ASI dapat disimpan selama maksimum 2 minggu.

Selalu letakkan ASI pada bagian belakang kulkas atau freezer, karena bagian ini memiliki suhu paling dingin.  Bila waktu penyimpanan sudah lewat, jangan gunakan lagi ASI tersebut.

Menyajikan ASI Yang Sudah Disimpan

Setelah dikeluarkan dari kulkas, cara paling tepat memanaskannya adalah dengan merendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkuk berisi air panas. Bila ASI tersebut tidak habis dalam sekali pakai, jangan digunakan kembali setelah 24 jam. Jangan memanaskan ASI dengan microwave.

ASI yang beku dari freezer dapat dicairkan dengan cara :

  • Menaruhnya di dalam kulkas selama 4 jam. Atau, dengan cara ini : sirami tempat penyimpanan (masih dalam kondisi tertutup rapat) dengan air dingin mengalir dari kran.
  • Ketika ASI mulai mencair, gunakan air hangat dari kran sampai seluruhnya mencair. Jangan mencairkan ASI beku dengan cara mendiamkannya pada suhu ruangan.
  • Setelah ASI cair, rendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkok atau wadah yang diisi air panas

Lakukan penyimpanan air susu ibu sesuai panduan di atas. Tapi perlu diperhatikan untuk tetap berhati-hati dalam setiap langkah, karena ASI yang sudah rusak atau terkontaminasi dapat berbahaya bagi bayi.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password