Produk UKM Bandung Barat Tembus Pasar Internasioal

Ilustrasi Bosscha.id

Bosscha.id- Sejumlah produk yang dihasilkan usaha kecil dan menengah (UKM) Kabupaten Bandung Barat kini semakin dminati pasar luar negeri. Adapun beberapa produk asal KBB yang diminati pasar ekspor tersebut diantaranya kopi, sayuran, bunga potong dan kerajinan.

“Selain kopi yang sudah tembus ke pasar eropa, produk bunga potong juga sekarang sudah bisa ekspor sampai ke Singapura. Memang Bandung Barat memiliki potensi sangat besar di bidang UKM,” kata Ade Wahidin, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Bandung Barat, kepada Bosscha.id, Senin (5/8/2019).

Menurut Ade, pelaku UKM di KBB saat ini berlomba-lomba untuk menghasilkan produk yang berdaya saing agar mampu menembus pasar ekspor. Termasuk saat ini, kata dia, pemasaran produk-produk unggulan UKM melalui online terus dilakukan.

“Beberapa produk unggulan, khsusnya kuliner hingga pernak-pernik yang menonjolkan ciri khas KBB, akan kami coba bantu pasarkan,” ujarnya.

Namun demikian, Ade mengatakan, untuk kuliner memang perlu proses agar bisa tembus ke pasar internasional.

“Ini karena bahan yang dikonsumsi sebagaian ada masa kadaluarsa. Sementara untuk ekspor itu dibutuhkan makanan yang memang bisa tahan lama,” kata Ade.

Ade menyebutkan jumlah UKM yang terdaftar di KBB saat ini berjumlah 11.000. Adapun saat ini, inventarisir jumlah UKM tengah dilakukan oleh Pemkab Bandung Barat.

“Sengaja mendata agar para pelaku UKM ini bisa terakomidir dan bisa dibantu. Karena, jika melihat data cukup banyak juga UKM yang belum terdaftar.Selain itu, sekarang kita juga sedang inventarisir, makanan apa saja yang memenuhi kriteria untuk di ekspor,” ungkapnya.

Kopi Bandung Barat berjaya di Jerman/ Bosscha.id

Agenda Promosi

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Iklim dan Promisi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KBB Dadang Dahyar mengatakan, Pemkab Bandung Barat terus melakukan promosi untuk beberapa sektor unggulan mulai dari pariwisata, perdagangan dan pertanian.

Baca Juga:   Paket Bansos Beras Tahap 2 di KBB Mulai Disalurkan Hari Ini

Apalagi menurutnya, dari hasil agenda promosi di acara Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta Convention Center Senayan Jakarta lalu, itu dinilai berdampak positif pada peluang invenstasi di KBB.

“Misalnya, kerajinan bambu itu yang banyak diminati. Termasuk untuk sektor, seperti kuliner, ternyata sama itu juga sangat diminati,” ujar Dadang.

Dadang juga mengatakan, bahwa Bandung Barat masuk dalam daftar Badan Penelitian dan Pengembangan Dareah Jabar yang saat ini sedang menginventarisir wilayah di Jabar yang memiliki potensi unggulan dari sejumlah sektor untuk dikembangkan.

“Sejumlah potensi pun sudah ditawarkan untuk bisa dikembangkan. Mulai dari pertanian, sapi, bunga, tanaman dan potensi lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Kopi asal Kabupaten Bandung Barat mendapatkan sambutan yang baik dari berbagai negara saat tampil di World of Coffee 2019 di Jerman. Bahkan keikutsertaan dalam World of Coffee 2019 yang berlangsung pada 6-8 Juni lalu itu, membuat kopi dari tiga daerah pegunungan di Bandung Barat ini mendapatkan pesanan hingga ratusan ton.

“Festival kopi internasional tersebut diikuti sebanyak 36 negara. Memang, tidak ada kompetisi dalam kegiatan tersebut, tetapi kopi jenis arabika asal KBB cukup mendapatkan perhatian dari sejumlah negara,” kata Deni Sopari petani kopi yang mengikuti festival internasional tersebut.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password