Gara-gara PLN, Lilin pun Mendadak Jadi Primadona

Pemadaman listrik dua hari berturut-turut menjadaikan lilin penyelamat. Bosscha.id

Bosscha.id-Pemadaman listrik yang dilalakukan serentak oleh PLN pada hari Minggu, tanggal 4 Agustus 2019 kemarin, di sebagian pulau Jawa, membuat beberapa sektor lumpuh. Pada saat pemadaman listrik, lilin akan menjadi primadona, yang banyak dicari orang untuk penerangan.

Kita yang sudah terbiasa hidup dengan penerangan lampu pada malam hari, pasti akan terasa sekali  perbedaannya ketika proses pemadaman listrik terjadi. Bagi yang mempunyai atau telah mempersiapkan lampu emergensi yang sumber dayanya ada pada baterai, mungkin akan sedikit mengurangi beban kegelapan ketika malam tiba.

Tapi bagaimana bagi kita yang tak mempunyai lampu emergensi?. Sudah barang tentu menyalakan lilin akan menjadi piihan. Pada saat pemadaman listrik, lilin akan menjadi primadona, yang banyak dicari orang, untuk penerangan.

Sejarah Lilin

Bicara soal lilin, tahukah kita kapan pertama kali lilin ini ada dan mulai digunakan di muka bumi?. Sejarah mencatat bahwa orang Mesir kuno sudah menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Awal kreasi lilin yang oleh peradaban Mesir kuno, adalah berbentuk obor yang dibuat dengan merendam alang-alang dalam lelehan lemak cair hewani, kemudian didinginkan, dan kembali dicelup sampai ketebalan tertentu.

Dengan menyebarnya penerangan listrik menggunakan lampu, saat ini lilin hanya berperan sebagai “pemain cadangan”, yang hanya digunakan disaat darurat. Saat ini pun lilin banyak juga digunakan untuk keperluan lain, misalnya dalam upacara agama, perayaan ulang tahun, pewangi ruangan, dan sebagainya.

Saat listrik mati, lilin mulai beraksi. Bosscha.id

Diduga, lilin langsing itulah nenek moyang lilin batangan modern seperti yang ada sekarang ini. Namun, lilin di zaman itu belum sesempurna sekarang. Sering, ketika dinyalakan lilin mengeluarkan asap kehitaman. Atau, kerap juga mengeluarkan semacam gas dan aroma tak sedap yang membuat mata jadi pedih. Biasanya, lilin terbuat dari malam, lemak padat, atau materi lain yang terbakar secara lambat.

Saat terbakar, panas api akan mencairkan lilin dekat pangkal sumbu. Di abad pertengahan, lilin lemak banyak digunakan masyarakat Eropa. Namun harganya yang lebih mahal dibandingkan lampu lemak, menjadikan lilin sebagai benda mewah. Tak heran, saat itu pengguna lilin hanyalah kaum bangsawan.

Baca Juga:   Bupati Aa Umbara: Kinerja Semua ASN KBB Bakal Dievaluasi

Penelitian Lilin Terus Berlanjut

Penelitian tentang lilin terus berlanjut, hingga lemak bersumbu digantikan lilin dari malam lebah yang beraroma wangi tanpa disertai bau lemak.

Puncaknya, pada abad 19, ahli kimia Prancis, Michel Eygene Chevreul, berhasil memisahkan asam lemak dari gliserin lemak sehingga menghasilkan asam stearat, bahan penting untuk menghasilkan lilin bermutu baik. Stearat bersama dua bahan yang ditemukan selanjutnya, yaitu spermaceti dan malam parafin, menjadi bahan baku utama lilin. Spermaceti terbuat dari lemak ikan paus. Kelebihan spermaceti adalah tidak menimbulkan bau pedas dan rasa pedih di mata saat lilin menyala selain itu, batang lilinya tidak mudah lembek dan bengkok.

Selama perkembangannya, ada beberapa cara pembuatan lilin. Mulai dari yang hanya mencelupkan sumbu ke dalam lilin, hingga menggunakan mesin pencetak lilin, yang mulai dikembangkan pada abad XIX. Mesin itu terdiri atas tangki logam yang dipanaskan, kemudian didinginkan bergantian. Cara kerjanya, mula-mula sumbu disusupkan dari dasar cetakan, menembus lilin cair dalam cetakan. Setelah cetakannya dingin dan lilin mengeras, sumbunya dipotong.

Nah, sekarang sudah tahu kan dimana dan bagaimana lilin dibuat  dan digunakan. Jadi sebelum pemadaman terjadi alangkah baiknya kita mempersiapkan jauh-jauh hari. Agar ketika pemadaman terjadi kita tak akan kehabisan stok lilin di pasaran, karena seperti yang diungkap diatas jika pemadaman terjadi lilin akan menjadi primadona, dan kadang susah dicari.

Tapi perlu diperhatikan jika menyalakan lilin ketika keaadaan gelap, jangan sampai disimpan dekat dengan bahan yang mudah terbakar. Karena sumber cahaya dari lilin yaitu api, bisa saja menyambar sesuatu yang mudah terbakar, kita tidak mau kan terjadai sesuatu yang tidak diinginkan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password