Musim Kemarau, Pasokan Air PDAM Tirta Raharja Masuk Level Krisis

Bosscha.id

Bosscha.id– Memasuki musim kemarau, pasokan air baku dari PDAM Tirta Raharja yang melayani sebagian wilayah Bandung Raya mengalami penurunan hingga 50% terutama bagi pasokan pelanggan yang ada di wilayah Cimahi. Dengan turunnya debit air hingga setengahnya itu, sudah membuat pasokan air PDAM Tirta Raharja masuk pada level kritis.

“Namun selama musim kemarau yang sudah berjalan sebulan lebih debitnya turun jadi hanya 80 liter/detik,” kata Manajer Junior Humas dan Sekretariat PDAM Tirta Raharja, Sri Hartati kepada wartawan, pekan lalu.

Sri mengatakan, kondisi saat ini masih belum menyamai kondisi pada tahun lalu, dimana debit air baku yang diambil dari kawasan Cijanggel, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai titik terendahnya,  yakni hanya 50 liter/detiknya. 

“Untuk KBB saat ini masih normal untuk debit air. Yang sudah terdampak sementara wilayah Cimahi dan sekitarnya. Pada kondisi normal debit air yang dipasok untuk wilayah pelanggan di wilayah utara (Kota Cimahi) sekitar 166 liter/detik,” katanya

Musim Kemarau Pasokan air PDAM Tirta Raharja Masuk Level Krisis/ Bosscha.id

Sri mengatakan, ada kekhawatiran jika kemarau tahun ini lebih panjang, maka debit air bisa saja lebih turun lagi dari tahun lalu. Apalagi berdasarkan surat pemberitahuan dari BMKG sebenarnya musim kemarau baru akan terjadi antara bulan Agustus atau September.

Ia menyebutkan, berbeda dengan di wilayah utara, untuk pelanggan PDAM Tirta Raharja di wilayah KBB serta di selatan dan timur Kabupaten Bandung, pasokan air masih normal. Ini dikarenakan sumber bahan baku air yang dipakai ke daerah-daerah tersebut berbeda, yakni dari wilayah Padalarang dan Pangalengan.

Baca Juga:   Di "US-ASEAN Business", Ridwan Kamil Paparkan Potensi Ekonomi Jabar

“Saat ini total sambungan rumah (SR) yang terlayani mencapai 98.103 yang terbagi wilayah pelayanan timur sebanyak 39.727, pelayanan utara 27.158, dan pelayanan selatan 31.218. Wilayah selatan dan timur debit airnya masih cukup, kalaupun ada penurunan biasanya karena faktor ada kebocoran saluran,” ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dicky Maulana sebelumnya mengatakan, pada musim kemarau ini, pihaknya menyiapkan personel untuk melakukan pasokan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.

“Kita siagakan personel untuk mendistribusikan air. Karena informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Bandung, musim kemarau terjadi pada pertengahan Juni dan puncaknya Agustus mendatang,” kata Dicky.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password