Simak! Ini “PR” Berat Aa Umbara dan Hengki Kurniawan di Bandung Barat

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan. Bosscha.id

Bosscha.id– Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, punya tugas yang tak ringan di Bandung Barat. Diantaranya mulai dari mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, mengatasi kemacetan, dan menuntaskan infrastruktur jalan hingga menyelsaikan proyek besar yang kini masih terbengkalai.

Realisasi permasalahan-permasalahan tersebut kini sangat dinanti oleh masyarakat.

Mengentaskan Kemiskinan

Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Bara hingga Juli 2019 ini, ada 567.478 rumah tangga yang tergolong tidak mampu di Bandung Barat. Selama ini masalah kemiskinan di Bandung Barat masih belum sepunuhnnya tersentuh.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat meminta pemerintahan daerah fokus pada program pengentasan kemiskinan.

“Saya sarankan, agar program-program pro rakyat itu harus diprioritaskan, salah satunya pengentasan kemiskinan ini,” kata Wakil Ketua DPRD KBB Sunarya Ernawan belum lama ini.

Sunarya juga mengatakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Bandung Barat harus sudah memiliki program yang menyasar secara eksplisit pada penanggualangan kemiskinan.

“Intinya, program-program pro rakyat itu harus sudah ditingkatkan dari sekarang. Dan ini tugas dari masing-masing OPD terkait,” ujarnya.

Untuk pengentasan kemiskinan di KBB, pemerintah daerah telah memberikan bantuan melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube). Termasuk juga memastikan distribusi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai pengganti beras sejahtera (rastra) untuk masyarakat miskin di sejumlah daerah KBB berjalan dengan baik.

Selain itu, program lainnya adalah kegiatan “Ngariksa Lembur”. Prorgam ini yang mana bupati langsung mencek dan memperbaiki rumah warga miskin yang tidak layak huni.

“Itu tugas kami pemerintah untuk menyelsaikannya. APBD yang sudah ada ini bakal pro rakyat. Bahkan bantuan ini langsung diberikan kepada warga miskin. Kita harapkan nanti akan berkurang,” kata Aa Umbara, belum lama ini.

Pengangguran

Angka pengangguran di Bandung Barat saat ini juga cukup tinggi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, angka pengangguran di Bandung Barat mencapai jumlah 36.000 orang.

Kini, Pemkab Bandung Barat terus mendata jumlah pengangguran.. Didatanya angka tersebut, untuk mengetahui secara detail angka pengangguran di KBB saat ini.

Menurut Umbara, beruntung KBB terpilih menjadi pilot project Skill Development Center (SDC) program dari Kementrian Ketenagakerjaan. Karena program tersebut merupakan salah satu untuk mengatasi pengangguran di Bandung Barat.

“Angka pengangguran di KBB sekitar 9,3%, target saya dengan adanya program SDC bisa membuat persoalan pengangguran di KBB selesai dalam tiga tahun, atau paling lambat tahun 2023,” katana.

Kepala Dinas Ketenegakerjaan Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin menambahkan, dari 14 Kabupaten/ Kota di Indonesia, KBB menjadi salah satu daerah terpilih yang mendapatkan program tersebut.

“Lembaga ini bekerja untuk menangani pengangguran di seluruh Indonesia. Kita bersyukur KBB dipercaya jadi bagian pilot project program pada tahun ini,”kata Iing.

Infografis Bosscha.id

Kemacetan

Hal ketiga yang dinilai urgent di Bandung Barat, adalah kemacetan. Jika melihat kondisi jalan di kawasan Padalarang-Cimareme yang sering terjadi kemacetan, maka sudah seharusnya Pemkab Bandung Barat melakukan langkah maju dengan segera merealisasikan rencana pembangunan flyover dan pembangunan jalan lingkar Padalarang.

Apalagi kedapan di kawasan tersebut akan banyak terjadi aktivtas yang cukup tinggi, mengingat akan banyak pengembangan pembangunan di wilayah selatan seperti ke Rongga, Batujajar, Cililin dan Cihampelas.

Baca Juga:   Bupati Aa Umbara: Kinerja Semua ASN KBB Bakal Dievaluasi

“Flyover sebuah keniscayaan dan keharusan. Sekarang kan bupati baru, ya mudah-mudahan saja ada semangat baru. Seperti jargonnya bandung barat lumpat, saya berharap itu juga bisa direalisasikan dengan semangat pembangunan-pembangunan di daerah,” ujar Wakil Ketua DPRD Sunarya Ernawan.

Adapun Bupati Aa Umbara memastikan bahwa Pemkab Bandung Barat akan membangun jalan lingkar Padalarang pada 2020.

“Rencananya jalan sepanjang 11 kilometer dengan lebar sekitar 10 meter yang sebelumnya sudah digagas pada masa pemerintahan pak Abubakar. Sekarang kami segera wujudkan. Target saya, tahun depan sudah mulai masuk ke pengerjaan fisik,” kata Umbara.

Bupati juga mengakui, bahwa kawasan tersebut kerap terjadi kemacetan. Sehingga upaya pembangunan jalan lingkar Padalarang bisa berjalan dengan lancar.

“Jalan Raya Padalarang memang kerap dilanda kemacetan. Berbagai upaya pengaturan jalan dalam mengurai kemacetan sudah dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat dan Polres Cimahi namun belum mampu menuntaskan persoalan ini,” kata Aa, di Ngamprah Rabu (18/7/2019).

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, sebelumnya mengungkapkan, selama ini Pemkab Bandung Barat dihadapkan dengan persoalan jalan rusak di sejumlah titik. Menurut Hengki, untuk mengatasi persoalan tersebut dirinya tidak mau membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Sebab, anggaran yang tersedia, bukan hanya mengurusi persoalan jalan saja. Melainkan masih banyak kebutuhan anggaran lainnya, yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sekarang kita mencari solusi bagaimana seluruh jalan di KBB bisa leucir (mulus,red) tanpa terlalu membebankan APBD,” kata Hengki.

Menyelsaikan Proyek Besar

Terkahir, masalah yang harus segera diselsaikan oleh Pemkab Bandung Barat adalah merevitalisasi Pasar Tagog Padalarang yang hingga kini masih belum terealisasi. Sebab, tidak sedikit pedagang pasar meminta kejelasan terkait revitalisasi pasar tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sendiri menargetkan bahwa revitalisasi pasar Tagog Padalarang akan dilaksanakan pada tahun ini. Bahkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah melakukan studi banding ke Bali terkait dengan rencana revitalisasi Pasar Tagog, Padalarang. Konsep salah satu pasar tradisional di Bali yang sudah berstandar nasional Indonesia dinilai cocok untuk diterapkan di Bandung Barat.

Berdasarkan penghitungan dari tim yang dibentuk pemerintah daerah, pembangunan pasar tersebut bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 80 miliar. Pasar tersebut akan dibangun 3 lantai terdiri dari basement, area hiburan, foodcourt dan lainnya.

“Ini akan berbeda dengan pasar seperti Lembang dan Batujajar. Di Tagog, karena berada di jalur pusat kota, sehingga akan ada pembangunan-pembangunan ruang terbuka hijau. Termasuk lahan parkir yang cukup luas, mengingat di sana juga arus lalu lintas cukup padat,” kata Sekretaris Disperindag KBB Avira Nurafifah.**

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password