Banyak Desa di Kabupaten Bandung Barat Rawan Krisis Air Bersih

Memasuki musim kemarau, Kabupaten Bandung Barat berpotensi mengalami krisis air bersih. Bosscha.id

Bosscha.id– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau ini. Wilayah tersebut antara lainnya di Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bandung Barat, Dicky Maulana mengatakan, pada musim kemarau ini, pihaknya menyiapkan personel untuk melakukan pasokan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air bersih.

“Kita siagakan personel untuk mendistribusikan air. Karena informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Bandung, musim kemarau terjadi pada pertengahan Juni dan puncaknya Agustus mendatang,” kata Dicky di Ngamprah, belum lama ini.

Berdasarkan data BPBD KBB pada 2018 lalu tercatat sebanyak 41 dari 165 Desa melaporkan krisis air akibat musim kemarau. Sejumlah wilayah di yang mengalami krisis air bersih tersebut, yakni di Kecamatan Batujajar, Cihampelas, Cipendeuy, Cipatat dan Gunung Masigit.

“Dalam sehari, BPBD dengan instansi terkait bisa menyalurkan air bersih satu hingga dua kali ke daerah yang mengalami krisis air tersebut. Termasuk tahun ini kami akan terus bersiaga sekaligus berkoordinasi dengan desa/kecamatan yang mulai krisis air bersih,” katanya.

Kabupaten Bandung Barat krisis air bersih.Bosscha.id

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat PT Perdana Multiguna Sarana (PT. PMgS) masih menunggu laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, soal permintaan pasokan air bersih kepada wilayah yang mengalami kekeringan atau sulit mendapat air bersih.

“Kami siap membantu pasokan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan di musim kemarau ini. Namun, kami masih menunggu laporan resmi dari BPBD wilayah mana saja yang memang sudah sulit mendapatkan air bersih,” kata Direktur BUMD PT PMgS Denny Ismawan.

Denny menambahkan, di musim kemarau seperti ini, ada beberapa wilayah yang mengalami penurunan tekanan air bagi pelanggan setia BUMD. Seperti di wilayah Desa Tanimulya dan Desa Cilame Kecamatan Ngamprah.

“Di area tersebut biasanya mengalami penurunan tekanan air karena kontur tanah yang menurun ditambah kemarau. Di Tani Mulya memang mulai digilir bagi pelanggan untuk pasokan air karena ada penurunan tekanan,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password