Fitur Keamanan Terbaik WhatsApp & Telegram akan Diblok?

Ilustrrasi: extra.ie

Bosscha.id– Pemerintahan Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk memblokir penggunaan fitur enkripsi end-to-end di Amerika Serikat (AS) yang digunakan WhatsApp dan Telegram.

Dikutip CNBC Indonesia, enkripsi end-to-end adalah teknologi yang membuat hacker tidak bisa membaca pesan yang dikirimkan lewat WhatsApp dan Telegram. Pesan ini hanya bisa dibaca pengirim dan penerima pesan.

Politico melaporkan dan dikutip PhoneArena, Senin (1/7/2019), pejabat senior Trump sedang mempertimbangkan meminta Kongres untuk melarang enkripsi end-to-end karena menghalangi penyelidikan penegak hukum atas kasus penyelundupan narkoba, pornografi anak dan terorisme.

Pertemuan tersebut telah diadakan oleh Komite Keamanan Nasional (NSC) dan tidak tercapai kesepakatan akan tindakan yang akan diambil. Salah satu pertimbangan penolakan karena akan semakin memberi jalan bagi hacker meretas ponsel serta mencuri data pribadi.

Laporan tersebut mengatakan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) terbelah dalam memandang masalah ini. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency dikatakan memahami pentingnya menggunakan enkripsi untuk melindungi data yang aman, tetapi ICE dan Secret Service sering terhalang kerjanya oleh enkripsi. 

Departemen Kehakiman dan FBI mengatakan bahwa lebih penting untuk dapat menangkap penjahat daripada melindungi data pribadi. Departemen Perdagangan dan Negara tidak setuju dan takut bahwa akan ada konsekuensi ekonomi, diplomatik dan keamanan jika penegak hukum dapat memecahkan pesan ter-enkripsi.

Adanya rencana pelarangan telah mendatangkan kritik. Beberapa kritikus khawatir rencana ini akan menjadi jalan Trump memata-matai para pengkritiknya.

Source: CNBC Indonesia

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password