Percepatan Infrastruktur 2019 di Bandung Barat, Kontraktor Diultimatum

Percepatan Infrastruktur 2019 di Bandung Barat, Kontraktor Diultimatum 19
Bosscha.id

Bosscha.id-Pemerintah Kabuapten Bandung Barat telah menggandeng Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejari Bale Bandung untuk mengawasi serta melakukan pendampingan terhadap pengerjaan proyek jalan di Kabupaten Bandung Barat. 

Dengan melibatkannya TP4D dari Kejaksaan, diharapkan pembangunan jalan yang dilakukan oleh kontraktor bisa sesuai dengan kontrak bisa tepat waktu dan kualitas serta kuantitas jalan bisa dipenuhi. 

“Saat ini tercatat ada 15 paket jalan yang sudah menandatangani kontrak antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan pihak kontraktor. Ini kita lakukan, supaya pada Oktober nanti pembangunan jalan seluruhnya bisa selesai,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat, Anugrah, di Ngamprah, Kamis (20/6/2019).

Percepatan Infrastruktur 2019 di Bandung Barat, Kontraktor Diultimatum 20
Kontraktor di Bandung Barat diminta mempercepat pengerjaan/Bosscha.id

Menurut Anugrah, pada saat penanda tanganan kontrak, hadir juga langsung para direktur perusahaan pemenang lelang. Namun ia menegaskan, apabila dalam faktanya para kontraktor tidak memenuhi sesuai dengan kontrak, maka perusahaan tersebut secara otomatis akan diblacklist atau tidak boleh mengikuti lelang di tahun depan. Apalagi, pemerintah daerah menginginkan yang terbaik di bidang infrastruktur jalan kepada seluruh masyarakat.

“Makanya selama pengerjaan ini kami dan kejaksaan akan terus memantau hingga pekerjaan selesai di lapangan. Ini langkah tegas kami, agar para kontraktor bisa menjalankan pengerjaan jalan dengan benar,” tegas Anugrah.

Anugrah menyebutkan, ke-15 paket tersebut memiliki alokasi anggaran mulai dari kisaran Rp 2 miliar hingga yang terbesar Rp 6 miliar/paket dengan lokasi yang tersebar di tiga wilayah mulai dari selatan, barat hingga utara.

Selain 15 paket tersebut, kata dia, ada sekitar 100 paket yang akan kembali dilelangkan di pekan depan. Ratusan paket tersebut memiliki alokasi anggaran dari mulai Rp 200 juta hingga Rp 3 miliar/paket. 

Baca Juga:   Banyak Desa di Kabupaten Bandung Barat Rawan Krisis Air Bersih

 “Yang paling besar Rp 6 miliar untuk ruas jalan di Kecamatan Cipongkor. Pengerjaan akan dimulai pada pekan depan. Karena sesuai kontrak mereka (kontraktor) memiliki waktu antara 3 hingga 4 bulan pengerjaan harus selesai,” katanya.

Tahun ini alokasi khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan mencapai angka Rp 170 miliar, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sementara, untuk bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tahun ini hanya Rp 12 miliar turun dari tahun sebelumnya yang mencapai angka Rp 16 miliar. 

Menurut Augrah, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna berencana akan meninjau langsung proses pembangunan jalan sekaligus memberikan arahan bagi pekerja di lapangan agar serius dalam menjalankan tugasnya. 

“ DAK ini di pusatkan di wilayah barat seperti Cipendeuy dan Cikalongwetan. Untuk titik dan waktunya masih kita jadwalkan, bisa saja sekalian nanti Pak Bupati ke wilayah selatan sambil meninjau titik pengerjaan jalan,” kata Anugrah.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password