Bersantai Menikmati Rindangnya Pepohonan di Hutan Kota KBB

Bersantai Menikmati Rindangnya Pepohonan di Hutan Kota KBB 19
Seorang warga memasuki kawasan Hutan Kota Kabupaten Bandung Barat, Senin (17/6/2019)./ Anshar Mohamad/Bosscha.id

HUTAN kota di lingkungan Komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah bisa menjadi alternatif bagi masyarakat KBB yang merindukan suasana sejuk dan bebas asap polusi.

Hutan kota, juga dapat menjadi sarana alternatif warga untuk melepas penat. Terlebih, rindangnya pepohonan di hutan kota yang dibangun dengan konsep edukasi, wisata dan konservasi ini menyajikan suasana sejuk dan asri.

Salah seorang petugas kebersihan, Muhidin (46), mengatakan, di hutan kota ini terdapat beberapa pohon yang ditanam, mulai dari pohon angsana atau sonokembang sejenis pohon penghasil kayu berkualitas tinggi, mahoni, caringin dan beberapa pohon lainnya.

“Pohon yang ditanam tersebut memiliki kualitas pohon terbaik untuk memberikan keindahan di sekitar hutan kota. Namun kalau tidak disiram, pohon-pohon tersebut bisa mati,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (17/6/2019).

Sebelumnya keberedaan hutan kota ini sempat ditutup dan terbengkalai, namun kini pintu gerbang sudah mulai dibuka dan tanaman liar mulai dibersihkan oleh 7 petugas. 

Menurut Muhidin, usai penataan taman liar, jalur untuk berlari pun sudah bisa digunakan oleh masyarakat. “Ini juga berbeda dengan sebelumnya, tanaman, rumput dan pohon liar menutupi jalur untuk berlari sehingga tampak kumuh. Sekarang track untuk berlari kan panjang juga, jadi kami fokus membersihkannya dari pintu masuk hingga ke bawah (ujung jogging track),” ungkapnya.

Meski demikan, menurut Muhidin, kini masih ada kendala untuk memaksimalkan penataan hutan kota. Salah satunya soal sulitnya mendapatkan air bersih untuk menyiram tanaman dan pohon. 

Baca Juga:   Bacakan Amanat Presiden Dalam HUT Bhayangkara ke-73, Bupati Aa Umbara Puji Profesionalisme Polri

“Apalagi, saat ini sudah memasuki musim kemarau yang dikhawatirkan pohon dan tanaman cepat mati jika tidak disiram.Harusnya memang di setiap gedung ada kran air di luar tapi paktanya tidak ada. Sehingga kami sulit mengambil air untuk menyiram tanaman,” jelasnya.

Seperti diketahui, Hutan Kota ini dibiayai oleh anggaran APBD KBB sekitar Rp 4 miliar selama tiga tahun anggaran, mulai 2015 sebesar Rp 2 miliar hingga terakhir di APBD murni tahun anggaran 2017 yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (SOTK Baru). Namun, selama tahun 2018 Hutan Kota ini semakin kumuh dan tak terurus sampai saat ini. 

Bersantai Menikmati Rindangnya Pepohonan di Hutan Kota KBB 20
Foto Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna /Bosscha.id

Adapun perbaikan hutan kota memang menjadi prioritas pemerintah daerah. Sebab kedepannya hutan kota ini akan dijadikan sebuah wahana wisata dan arena berkumpulnya masyarakat dengan pemandangan dan suasana alam yang asri.

“Saya berharap Oktober 2019 nanti perbaikan Hutan Kota bisa selesai. Dan sudah mulai dinikmati oleh masyarakat,” kata Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, beberapa waktu lalu.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password