Bekraf Segera Pilih Empat Kota/Kabupaten Kreatif di Indonesia

Bekraf logo - bekraf.go.id

Bosscha.id– Badan Ekonomi Kreatif segera memilih empat kabupaten / kota kreatif di Indonesia yang akan mendapat fasilitas penuh dan langsung untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di masing-masing wilayah.

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Kota Kreatif Deputi Insfrastruktur Bekraf, Slamet Aji Pamungkas di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa pemilihan empat besar tersebut untuk mengaktivasi kembali hasil ‘uji petik’ yang sudah dilaksanakan pada 2018.

“Kota atau kabupaten yang sudah Bekraf uji petik dan digali indikasi potensi ekrafnya ternyata tidak semua ditindaklanjuti, memang ada daerah yang menjadikan hasil uji petik itu refrensi program pemerintah, tapi ada juga yang berhenti begitu saja, padahal Bekraf sudah bantu menggali potensi ekraf di sana, makanya sekarang kami aktivasi,” ujar Slamet kepada Antara Kamis (13/6/2019).

Menurutnya ‘uji petik’ merupakan Program Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dari tahun 2017 – 2018 yang telah membantu 55 kabupaten/kota menemukan subsektor ekraf potensial setempat.

Subsektor tersebut seperti kuliner, aplikasi- pengembangan (start up), arsitektur, desain produk, fashion, desain interior, desain komunikasi visual, seni pertunjukan, film-animasi-video, kriya, penerbitan, periklanan, dan seni rupa.

Dari semua subsektor, mayoritas kota/kabupaten di Indonesia yang sudah di uji petik mengunggulkan sektor kuliner, kriya, fashion dan seni pertunjukan sebagai potensi ekraf utama setempat.

Baca Juga:   Indonesia Jadi Presiden G20 pada 2022

“Hasil uji petik yang sudah teridentifikasi harusnya menjadi awal pemerintah daerah menggarap potensi wilayahnya, misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara, Bekraf dapatkan subsektor seni pertunjukan sebagai salah satu potensi, sekarang seni pertunjukan itu sudah berkembang pesat di sana,” jelas Slamet.

Sektor ekraf lambat laun disadari kabupaten/kota di Indonesia menjadi potensial seiring kesadaran terhadap keterbatasan Sumber Daya Alam (SDA) dan adanya dorongan semangat berkreasi pemuda atau kaum milenial.

“Sasaran utama ekraf itu merangsang para pemuda yang punya daya kreasi tinggi agar ikut andil, contohnya sekarang start up unggulan banyak diciptakan oleh pemuda-pemuda kreatif, begitu pula kedai-kedai kopi dan pengrajin kriya,” pungkas Slamet.

Rencananya empat kota kreatif dipilih pada 18 Juni 2019, daerah-daerah yang terpiih akan dijadikan role model bagi daerah lain dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Source: Antara

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password