Angka Perceraian di Bandung Barat Tinggi, Apa Pangkal Masalahnya?

Bosscha.id– Tingkat perceraian di Kabupaten Bandung Barat tergolong masih cukup tinggi. Sejak Pengadilan Agama (PA) Ngamprah resmi berdiri pada November 2018 lalu, tercatat sampai bulan Mei ini (7 bulan terakhir) sudah ada 1.500 perkara.

Humas PA Ngamprah Ahmad Hodri, mengungkapkan, kasus cerai gugat banyak diajukan warga selatan seperti Cililin, Sindangkerta, Cipongkor, Gununghalu, dan Rongga.

“Penyebab utamanya dari faktor ekonomi, perselisihan rumah tangga, hingga adanya pihak ketiga. Sampai saat ini sudah ada 1.500 perkara yang masuk ke PA Ngamprah. Sebanyak 71 persennya atau 1.180 perkara sudah diputuskan. Bahkan, hal sepele juga bisa langsung mengajukan cerai ke pengadilan,” kata Ahmad, Ahad, (26/5/2019).

Meski demikian, Ahmad mengatakan, di bulan Ramadan ini, perkara yang masuk ke PA Ngamprah mengalami penurunan. Tercatat, di bulan Mei perkara yang masuk baru diangka 124 perkara.

“Angka tersebut jauh dari bulan April lalu yang mencapai angka 300 perkara. Hingga tanggal 21 Mei kemarin perkara yang masuk sebanyak 124 perkara. Di bulan ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai angka 300 perkara,” ujarnya.

Bosscha.id

Penurunan perkara yang masuk , lanjut Ahmad, sudah menjadi trend setiap memasuki bulan Ramadan dan terjadi di setiap daerah. Namun, biasanya perkara yang masuk akan kembali melonjak setelah Lebaran nanti.

Baca Juga:   Dinkes KBB Minta Warga Waspadai DBD di Tengah Pandemi Corona

“Setiap Ramadan memang trendnya menurun tapi kembali naik setelah Lebaran nanti. Khusus perkara yang sudah masuk bulan ini, kemungkinan diputuskan juga setelah Lebaran walaupun ada beberapa yang diputuskan di bulan ini juga,” katanya.

Lebih lanjut Ahmad menyebutkan, pelayanan selama Ramadan berjalan normal dimulai pukul 08.00 hingga 15.00. Kantor PA Ngamprah terakhir melayani pada Jumat (31/5/2019) dan kembali beroperasi melayani masyarakat pada 11 Juni mendatang. “Selama Ramadan pelayanan berjalan normal dan optimal dari petugas kami,” ucapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password