Menlu RI: Perlindungan Warga Sipil Harus Jadi Fokus Kerja Dewan Keamanan PBB

Suasana Sidang Terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Bersenjata (Protection of Civilians in Armed Conflict), di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). Foto: Dokumentasi Kemlu RI

Bosscha.id- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan bahwa perlindungan warga sipil dalam situasi konflik harus menjadi fokus Dewan Keamanan (DK) PBB.

Dilansir Kantor Berita Antara, pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI saat memimpin Sidang Terbuka DK PBB mengenai Perlindungan Warga Sipil dalam Konflik Bersenjata (Protection of Civilians in Armed Conflict) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019).

Perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata telah menjadi bagian integral dari mandat konstitusional dan kebijakan luar negeri Indonesia, dan sesuai dengan tema yang dipilih Indonesia sebagai Presiden DK PBB bulan Mei 2019, yakni “Berinvestasi pada Perdamaian”.

“Selama bertahun-tahun, kami tidak goyah dalam mengadvokasi perlindungan hak asasi manusia dan akses kemanusiaan bagi warga sipil dalam situasi konflik dan pascakonflik,” kata Menlu Retno dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Namun, upaya mengutamakan keselamatan dan keamanan warga sipil terus menemui berbagai tantangan.

Laporan Sekretaris Jenderal PBB menunjukkan bahwa kondisi perlindungan sipil masih sama dengan 20 tahun lalu, saat pengesahan Resolusi DK PBB mengenai agenda perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.

Karena itu, Menlu RI kembali mengingatkan bahwa DK PBB memiliki mandat dan tanggung jawab kolektif untuk melindungi warga sipil dan mengedepankan keselamatan dan keamanan warga sipil.

“Selama bertahun-tahun, dunia telah mencapai pemahaman yang lebih baik tentang sifat multidimensi dari agenda ini. Dari mengatasi ancaman fisik, hingga memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan. Dari penjaga perdamaian, untuk membangun perdamaian dan mempertahankan perdamaian,” kata Retno.

Source: Antara

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password