Rp 2,6 Miliar Dikucurkan untuk Program KUBE dan Rutilahu di Bandung Barat

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutina memberikan bantuan kepada masyarakat miskin di Bandung Barat.

Bosscha.id– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 2.660.000.000 untuk program KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dan program RTLH (Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni) di Kabupaten Bandung Barat. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo mengatakan, bantuan tersebut langsung diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Adapun data yang diambil dari Basis Data Terpadu (BDT) milik Kemensos.

“Dari total 88 KUBE yang akan menerima bantuan ini, baru 38 KUBE yang sudah dicairkan. Dan untuk RTLH total penerima berjumlah 60 rumah. Kemungkinan besar dicairkan pada Juli atau Agustus mendatang,” kata Heri di Ngamprah, Kamis (23/5/2019).

Bosscha.id

Menurut Heri, bantuan tersebut diberikan sebesar Rp 20 juta/KUBE dan Rp 15 juta/rumah.Bantuan tersebut kata Heri, dipastikan, tidak akan tumpang tindih dengan data program dari Pemkab Bandung Barat yang sudah dijalankan selama ini. 

“Datanya kami ambil dari BDT. Bahkan, agar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih, dari kementerian juga kemarin sudah cek ke lokasi seperti melihat kelayakan rumah. Saat ini sedang fokus kelengkapan administrasi supaya bantuan perbaikan rumah ini bisa segera dicairkan,” katanya.

Selain bantuan dari pusat, program KUBE dan rutilahu juga dialokasikan dari APBD Bandung Barat, dengan alokasi Rp 20 juta/KUBE yang ada di Dinas Sosial. Sementara bantuan rutilahu ditangani Dinas Perumaham dan Permukiman.

Baca Juga:   Hore, Paket Bansos Beras Tahap 2 di KBB Mulai Disalurkan Hari Ini

Heri mengatakan, untuk bantuan KUBE diberikan di antaranya dari kalangan penyandang disabilitas, fakir miskin dan kelompok lainnya, untuk jenis usahanya seperti kuliner. 

“Kelompok penerima dari APBD tentu berbeda dengan pusat supaya tidak tumpang tindih, sementara bantuan dari provinsi sampai saat ini belum ada,” ungkapnya.

Heri menambahkan, Dinas Sosial saat ini juga tengah fokus dalam melakukan validasi dan verifikasi data terhadap warga miskin di lapangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan graduasi mandiri untuk peserta PKH (Program Keluarga Harapan).

“Di samping memantau program KUBE dan RTLH, petugas kami juga sedang melakukan pendataan untuk graduasi mandiri peserta PKH,” tuturnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password