Sejarah Lepasnya Timor Timur dari RI: Kejatuhan Soeharto, hingga Lahirnya Xanana Gusmao Jadi Presiden Pertama Timor Timur

Bosscha.id-Sudah 17 tahun Timor Timur atau yang saat ini bernama Timor Leste, memisahkan diri dari Indonesia. Tanggal 20 Mei 2002 merupakan hari resminya wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi sebuah negara berdaulat penuh. 

Timor Timur, nama yang tidak asing didengar namun sejarahnya masih samar ditelan zaman. Sejarah mengenai Timor Timur tidak terlepas dari sejarah reformasi Indonesia dan kerusuhan Mei 1998 yang menjadi pembuka kran demokrasi utuh di Indonesia.

Peta Timor Leste, Sumber Foto: Net

Sejarah Timor Timur terbagi menjadi 2 bagian penting. Yaitu sejarah bergabungnya dengan Indonesia dan sejarah terlepasnya dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kerusuhan, tragedi, air mata dan perjuangan rakyat Timor Timur patut diapresiasi oleh semua pihak. Terutama negara-negara besar yang menurut para ahli politik menjadi pengaruh kuat pada sejarah Timor Timur.

Jalan Panjang Bergabungnya Timor Timur dengan Indonesia

Bangsa Portugis pertama kali datang ke wilayah nusantara – termasuk juga ke Timor Timur – pada awal abad ke 16. Saat itu Portugis dan Spanyol merupakan dua negara awal yang saling berebut negara jajahan di seluruh dunia dengan misi 3 G (gospel, gold, dan glory).

Pada tahun 1749, Belanda dan Portugis membagi pulau Timor menjadi dua dan Portugis mendapat Pulau Timor bagian Timur. Kekuasaan Portugis tetap bertahan hampir empat setengah abad lamanya di Timor Timur (1522-1975). Saat Jepang melakukan invasi besar-besaran ke Asia Tenggara, Timor Timur sempat jatuh ke tangan Jepang. Namun, setelah Jepang kalah Perang Dunia II, Portugis kembali menguasai wilayah ini hingga tahun 1974 ketika Revolusi Anyelir terjadi di Portugal. 

Pada saat itu, pemerintahan dalam negeri Portugal sangat buruk. Terjadi kerusuhan dan chaos yang disebabkan oleh kudeta militer terhadap Dr. Antonio De Oliveire Salazar. Kudeta ini dinahkodai oleh Jenderal De Spinola. Pemerintah Timor Timur telah kewalahan menghadapi kudeta militer yang terus menerus menyerang pemerintahan.

Akhirnya dari revolusi bunga lahirlah kebijakan yang membebaskan daerah koloni Portugal menentukan sendiri nasibnya. Karena diberikan kebebasan oleh Portugal, di golongan rakyat Timor Timur pun timbul beberapa golongan partai politik yang berbeda arah tujuan. Meskipun sudah tidak lagi menjajah, Portugal masih berkewajiban mengurus masa depan Timor Timur sampai jelas. Sebagai tindak lanjut dari tugas tersebut, Portugal yang sudah lemah dari dalam mendatangi Indonesia.

Dr. Antonio De Almeida Santos bertindak sebagai Menteri Seberang Lautan Portugal mendatangi Indonesia untuk membicarakan permasalahan Timor Timur. Menteri tersebut mendatangi Presiden RI yang saat itu dijabat oleh H. Soeharto dengan kekuasan orde barunya yang gagah pada tanggal 16 sampai 19 Oktober 1974.

Namun terjadi konflik  internal masyarakat Timor Timur antara partai-partai lokal yang menginginkan kemerdekaan melawan partai yang menginginkan integrasi ke Indonesia. Partai Fretelin (Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente) adalah faksi yang menginginkan kemerdekaan. Sayap paramiliter partai inilah yang menjadi cikal bakal tentara Falintil, yang saat ini menjadi tentara nasional Timor Leste. Fretelin adalah partai sayap kiri yang berjuang untuk kemerdekaan Timor Timur dari segala bentuk penjajahan. Salah satu tokoh Fretelin yang terkenal adalah Kay Rala Xanana Gusmao yang kemudian menjadi presiden pertama Timor Timur.

Baca Juga:   Sejarah 24 September: Hari Tani Nasional, Perjuangan Petani Terlepas dari Sistem Feodal

Keputusan Timor Timur

Fretilin nekad memproklamasikan berdirinya negara Timor Timur. Negara baru ini mendudukkan Xavier Do Amaral yang awalnya menjadi pemimpin partai sekarang sebagai presiden. Negaranya dinamai Republik Demokrasi Timor Timur dan dideklarasikan tanggal 28 November 1975.

Sebagai aksi balasan dan usaha mempertahankan tujuan dari kubu lawan, gabungan 4 partai politik yang lain turut mengambil tindakan sebagai sikap tanggapan atas kelancangan yang dilakukan Fretilin. Mereka pun membuat deklarasi lain yang dilakukan sehari setelah proklamasi kemerdekaan Timor Timur. Tepatnya pada tanggal 29 November 1975, Kubu ini mengumumkan telah bergabung dengan NKRI. Namun penandatanganan sebagai tanda resminya baru dilaksanakan akhir November tanggal 30 tahun 1975. Kemudian proklamasi ini dikenal dengan nama proklamasi Balibo karena dilangsukan di Balibo.

Keputusan Fraksi pro Indonesia baru menyampaikan maksudnya secara resmi kepada Presiden Soeharto di tanggal 7 Juni 1976. Keinginan berintegrasi dengan Indonesia diterima oleh Presiden RI 10 hari setelah surat tersebut sampai di Jakarta. Sebagai bukti tertulis diterimanya Timor Timur menjadi provinsi ke-27 Indonesia, Presiden mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1976. Arnodo Dos Reis Araujo bersama Fransisco Xavier Lopez Da Cruz menjadi pasangan gubernur dan wakilnya yang perdana.

Lepasnya Timor Timur dari NKRI

Setelah kejatuhan pemerintahan Soeharto, pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh BJ Habibie menyetujui pelaksanaan referendum. Hasilnya, mayoritas (78,5 %) masyarakat Timor Timur menginginkan kemerdekaan, sementara sisanya ingin bergabung dengan Indonesia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga turun tangan dalam konflik ini.

Pada tahun 1999, PBB membentuk UNTAET (United Nations Transitional Administration in East Timor) sebagai pemerintahan transisi untuk menyiapkan kemerdekaan Timor Timur. Tentara perdamaian INTERFET (International Force for East Timor) juga dibentuk dan dipimpin oleh Australia untuk mengamankan wilayah Timor Timur.

Xanana Gusmao, Sumber Foto: Net

Setelah referendum PBB, kondisi internal Timor Timur masih kacau. Perang saudara masih terjadi, dan administrasi wilayahnya dipegang oleh UNTAET -organisasi bawahan PBB yang mengurus kasus Timor Timur. Kesiapan kemerdekaan Timor Timur baru didapatkan pada abad 20. Mula-mula dilakukan pemilihan umum untuk memilih konstitusi negara sejak tahun 2001 hingga bulan Februari 2002.

Timor Timur pun memproklamasikan kemerdekaan negaranya sendiri di tanggal 20 Mei 2002 dengan Xanana Gusmao sebagai Presiden awalnya. Sejak saat itulah, Timor Timur merubah namanya menjadi Timor Leste.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password