10 Ribu Paket Sembako akan Dijual Operasi Pasar Murah KBB

Antisipasi Penimbunan dan Lonjakan Harga, Tiga Pasar Tradisional di Bandung Barat Disidak

Bosscha.id– Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat akan menggelar operasi pasar murah (OPM) di sejumlah titik di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok selama bulan puasa.

“Ada sebanyak 10 ribu paket sembako untuk kegiatan OPM ini yang merupakan bantuan dari Disperindag Jabar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman di Ngamprah, Kamis (10/5/2019),

Maman meyebutkan, kegiatan OPM pada Ramadan tahun ini akan di pusatkan di dua kantor kecamatan yakni Cipendeuy dan Cikalongwetan.

“Untuk Cikalongwetan mendapat 5.200 paket dan Cipendeuy 4.800 paket,” sebut Maman.

Menurut Maman, alasan memilih dua lokasi ini, atas dasar keadilan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam mendapatkan sembako murah.

“Tahun 2018 lalu, operasi pasar murah digelar di Kecamatan Cililin, Gununghalu, Sindangkerta hingga Rongga. Tahun sekarang ganti lokasi sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan paket murah ini secara bergantian. Untuk data penerima, kami berpatokan pada data miskin yang ada di Dinas Sosial,” ungkapnya.

Bosscha.id

Paket sembako yang akan dijual tersebut, lanjut Maman, terdiri dari beras 5 kg, gula 3 kg dan minyak goreng 3 kg dengan harga Rp 60 ribu/paket. Adapun, untuk harga normalnya satu paket tersebut mencapai Rp 130 ribu.

“Karena mendapat subsidi dari pemerintah provinsi menjadi Rp 60 ribu saja. Kami harapkan operasi pasar ini bisa mengurangi beban masyarakat saat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan,” kata Maman.

Ke depan, kata Maman, Pemkab Bandung Barat juga akan berusaha mengalokasikan anggaran agar bisa menggelar kegiatan yang sama. Sehingga kuota paket akan lebih banyak diterima oleh masyarakat di berbagai daerah.

“Operasi pasar murah tidak hanya dari bantuan provinsi, tapi juga ada alokasi dari APBD kabupaten. Karena tahun sebelumnya pernah diusulkan tapi belum terealisasi,” terangnya.

Maman menambahkan, selain operasi pasar murah, pihaknya juga mengantisipasi jika terjadi kelangkaan barang dan kenaikan tinggi seperti kasus bawang putih.

“Disamping, Pemerintah Provinsi beserta Bulog sudah siap untuk mendistribusikan bawang putih jika terjadi kelangkaan dan harga melambung tinggi. Tim Satgas Pangan terdiri dari kepolisian dan pemerintah daerah juga akan terus memantau ke lapangan agar harga tetap stabil serta barang tetap aman dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password